Pyo-pyo's blog

Cerita yang ingin aku bagi kepada dunia.

Jumat, 14 Agustus 2009

Sorry We're Closed

Aneh dengan judulnya? Kayak tulisan yang ada di depan pintu sebuah toko yang menandakan kalau toko itu tutup. Yup!! Tujuannya nyaris sama dengan itu. Ini adalah postingan terakhir saya di blog ini. Rencananya saya bakal pindah blog, masih pake blogspot kok, tapi namanya aja yang berubah.


Blog ini dibuat dengan bantuan seorang teman yaitu Mannthea, Tengkyu ya mas Tapi berhubung saya tidak bisa mengembalikannya seperti semula, saya kemudian memutuskan untuk membuat yang baru.


Ada banyak hal yang saya tulis dalam blog ini. Kebanyakan memang berisi curhat, apa yang saya rasakan, apa yang saya pikirkan, dan apa yang saya lakukan. Lihat saja isinya, ada curhat saya waktu diomelin sama chief editor karena melakukan sebuah kesalahan. Oke saya terima, dan itu memang salah saya yang kurang teliti, tapi caranya marah itu loh yang bikin saya ilfeel. Dia marah-marah sambil mengungkit-ungkit masa lalu. Jelas itu sama sekali tidak ada hubungannya, dan saya tidak suka dengan caranya itu. Kalau boleh saya mencela mantan bos saya itu ”Gak mikir apa dia?!”. Saya malah akan lebih respect lagi kalau seandainya dia bicara baik-baik, dengan cara itu saya (mungkin) akan merasa bersalah (hehehe...), tapi dengan caranya itu saya bukannya merasa bersalah dan berniat memperbaikinya, tapi malah berpikir ”Emangnya gua dewa? Sampe-sampe gak boleh melakukan kesalahan?”. Sejak saat itu, rasa hormat saya ke dia benar-benar hilang.


Curhat lainnya berisi kegiatan waktu saya dan teman-teman yang ada dalam ruangan editorial IPS mengadakan acara tukar meja. Intinya memang suma buat seru-seruan doang. Semua dilakukan dengan sistem undian. Saya ingat benar, ada kursi-kursi yang jadi incaran semua orang, yaitu kursinya Nurul dan kursinya Bagus. Tempatnya yang tersembunyi membuat kita terlindungi dari apapun (wakakak....untungnya saya pernah merasakan kedua kursi tersebut). Selain itu juga ada kursi-kursi yang dihindari oleh kebanyakan orang yaitu kursi Mas Irman (yang terletak persis di depan pintu masuk, gak heran lu sering tidur di kursi orang ya mas...) dan kursi Mas Bayu (sebelahan sama kursinya Mas Irman, posisinya sama-sama gak enak, sebrang-sebrangan sama koordinator IPS lagi. Wakakakak...apa hal itu juga masih loe alami mas?). Ide ini baru ada di divisi IPS, divisi lain gak ada (nyombong dikit), habis saya merasa divisi IPS itu kompak satu sama lain, apalagi kalau urusannya senang-senang, dan urusan melanggar aturan kantor. Yeiiiii...!!! We like breaking the rules...!!


Ada lagi cerita yang isinya tentang impian masa kecil, impian saya yang pengen jadi dokter, presiden, sekjen PBB, arsitek, ataupun guru. Yah... namanya juga impian masa kecil, semenjak SMA impian saya punya sebuah cita-cita dan pelan-pelan saya coba melaksanakannya. Saya mau jadi penulis, karena saya ngefans berat sama JK. Rowling dan Andrea Hirata. Tapi kalau ditanya cita-cita saya sekarang apa? Saya dengan jelas saya akan bilang bahwa jadi penulis adalah tujuan hidup saya nomor 4. Tujuan hidup yang pertama adalah masuk surga, yang kedua adalah mendapatkan suami yang ganteng, keren, tajir, dan pinter, yang ketiga adalah jadi PNS di Depbudpar, dan yang keempat adalah jadi penulis ngetop (Haduh...kesampean gak ya? Amin...hihihi...)


Cerita lainnya adalah tentang cinta. Ya...waktu itu saya lagi semangat ngomongin topik yang satu itu, tapi kalau sekarang saya lebih memikirkan topik yang lainnya aja deh... Ada juga tentang pekerjaan, gimana sebelnya saya waktu harus masuk sabtu dan minggu demi proyek yang menurut saya bukunya aneh (hahaha...kok tulisan yang terakhir ini kok banyakan nyelanya yah? Gak apa-apa deh...)


Cerita yang menurut saya cukup mengharukan waktu menulisnya adalah ketika menulis entry yang judulnya ”My Last Day in Ganeca”, sesebal-sebalnya saya pada tempat kerja saya terdahulu, tapi sampai sekarang saya bisa dengan bangga mengatakan bahwa mereka (teman-teman di divisi IPS) adalah rekan-rekan kerja yang paling baik yang pernah bekerja sama dengan saya, mungkin karena usia kami yang memang tidak terlalu terpaut jauh (kecuali Bagus, tapi ternyata dia bisa nyambung juga. Hihihi...), kami juga cukup kompak dengan melakukan banyak ide bersama seperti tukar meja, permen bergilir, tour to Dufan, hari makan padang, hari makan bakso, ataupun hari makan J-Co. Percaya deh (lagi-lagi saya mau nyombong) divisi lain tuh gak seasik divisi kami. Wakakak...


Bagi yang mau liat blog ini masih bisa kok, hanya saja semua postingan baru nantinya akan berubah ke blog yang baru.


Nama blog saya adalah riepyo-mystories.blogspot.com.


Silahkan berkunjung, masih dalam proses pembuatan sih, semoga bisa cepet selesai (sekalian belajar ngutak-atik blog versi saya sendiri)

Goodbye, Adios, sayonara...

Label:

Kamis, 23 Juli 2009

Review

Hai blog!!!

How are you?

Ternyata udah lama juga saya gak pernah nulis di blog tersayang saya ini. Sebenernya ide ada banyak di kepala, cuma buat merealisasikannya ternyata susah (ah, ngeles aja kayak bajaj…).

Let’s see…, bangun tidur saya masih harus beberes plus nyapu rumah sebelum berangkat kerja, pulang kerja masih harus nyuci baju (maklum gak punya pembokat. Lah…kenapa jadi curhat gini sih?), belum lagi acara main sama ponakan (Zidane dan Zahri) yang kalo saya pulang kerja selalu deh minta gambarin kereta (maklum, Zidane lagi doyan banget sama segala sesuatu yang berhubungan dengan kartun kereta Thomas). Hasilnya, badan saya udah keburu capek dan gak bisa nulis lagi. Sebenernya gak cuma itu sih masalahnya, komputer rumah juga lagi bermasalah. Kayaknya sih kena virus yang datengnya entah dari mana, dan kayaknya minta diservice.

Sekarang mari kita review apa aja yang sudah saya alami belakangan (ini gunanya blog kan? Berbagi cerita sama orang lain…)

1. Boediono --> Budi Anduk --> Emirsyah Sattar
Sekarang saya sedang menangani buku biografi yang membahas mengenai Emir Sattar. Tau Emirsyah Sattar itu siapa? Dia adalah Direktur Utama Garuda Indonesia (buat yang gak tau, gak apa-apa kok, lah wong saya aja baru tau belakangan...). Buku-buku yang sebelumnya terpaksa ditunda sampai batas waktu yang saya sendiri tidak tahu (berdasarkan apa yang diucapkan sama bos saya lho...)

2. Marina Lia Safitri
Dia adalah salah satu teman kuliah seangkatan saya di Antropologi Fisip UI. Hari Sabtu tanggal 18 Juli lalu, saya mendapatkan kabar yang mengagetkan berkaitan dengannya. Dia meninggal. Saya shock!! Bagaimana mungkin? Beberapa hari sebelumnya dia pernah menelepon saya, tapi tidak sempat saya angkat. Saya kira cuma mau say hello aja karena udah lama gak ketemu, dan mungkin apa yang ingin dikatakannya tidak akan pernah saya tau. Semoga Allah memberikan tempat yang terbaik untukmu teman ...

3. Indosat M2
Kakak saya yang nomer 2 baru saja membeli modem untuk internet, dengan sim card Indosat M2 kami bisa internetan dari rumah sepuasnya (Hore...!!! Gak perlu pergi ke warnet lagi deh!!). Lagi seneng-senengnya bisa ngenet di rumah, ternyata komputer rumah gak bisa diajak kerjasama. Tiba-tiba (sebenernya gak tiba-tiba juga sih, komputer rumah sudah menunjukkan tanda-tanda kalo dia ngadat sejak lama) komputer rumah jadi sering restart sendiri. Alhasil semuanya jadi kacau (masih ditambah sama tukang reparasi komputer langganan yang biasanya gak bisa dihubungi). How could this happen?!

4. Wisata menulis 2009-07
Dua minggu yang lalu tempat saya bekerja mengadakan acara Wisata Menulis 2009 dengan peserta anak-anak SD-SMP dengan jumlah peserta sekitar 30 orang. Lumayan lah... saya jadi tau hanggar maintenace milik Garuda Indonesia satu-satunya yang ada di indonesia (katanya tidak semua orang punya akses untuk mengunjunginya, kecuali punya kenalan ”orang dalam”), sisanya saya sudah pernah semua.

5. http://storiesofme-rie.blogspot.com --> twitter.com/riepyo
Inilah repotnya jadi orang yang gaptek soal teknologi. Niat awalnya sih saya mau coba memperbagus tampilan blog saya dengan googling template buat blog saya. Saat sudah merasa cocok dengan salah satu template dan mau menggunakannya secara permanen, saya kemudian mengklik salah satu templatenya. Tapi yang terjadi blog saya kemudian bermasalah. Tampilannya tidak seperti yang saya harapkan. Bukan hanya templatenya yang gak mau berubah, tapi juga menghilangkan beberapa item di blog saya, seperti plurk, shoutmix, statcounter, dan daftar nama blog teman-teman yang sudah saya link sebelumnya (sampe sekarang saya masih berjuang untuk mengembalikannya seperti semula). Beberapa hari yang lalu saya juga baru membuat account baru di situs jejaring twitter (Buset dah!! Basi amat yak? Tapi kayaknya twitter gak booming (pinjem istilahnya Bolly) deh di Indonesia). Setelah mencoba klak-klik icon yang ada di twitter, akhirnya account saya adalah riepyo (gabungan dari rie, nama blog saya, dan pyo, panggilan saya dari teman-teman terdekat). Di add ya!!!

Itulah update kabar tentang saya. Here I am. Still looking for the best in my life, may God bless me always. Amin…

Label:

Senin, 01 Desember 2008

If Tommorow Never Comes

Semalam saya melihat acara Mario Teguh Golden Ways, dengan tema If Tommorow Never Comes. Intinya membahas bagaimana seandainya jika kita tidak bisa hidup sampai hari esok. Terkadang kita lupa bahwa ada hal-hal yang harus kita katakan pada orang yang ada di sekeliling kita. Entah itu ucapan sayang atau sekedar pelukan hangat. Saya percaya bahwa perasan cinta memang tidak harus diucapkan, bisa juga melalui perbuatan, tapi melalui ucapan orang lain akan tau betapa berartinya dia dalam hidup kita.

Hari itu saya tersadar, sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya katakan pada orang-orang yang ada di sekeliling saya, tapi tidak pernah atau tidak sempat saya katakan. Sekarang saya berusaha untuk mengatakannya, karena saya takut mungkin besok tidak ada waktu lagi untuk mengatakannya.


Untuk ibu saya, seseorang yang selalu mendukung saya di setiap keputusan yang saya buat. Untuk semua cinta, kasih sayang, dan doanya selama ini. Saya paling takut kalau sampai mengecewakan ibu saya. Aku sayang sama Mami.


Untuk ayah saya, kami memang tidak dekat, tapi saya tahu dia selalu bangga pada anak-anaknya. Aku sayang sama Bapak.


Untuk kakak saya yang paling tua, sejak kecil kami memang jarang akur, tapi ternyata saya banyak membutuhkan pertolongannya sekarang. Saya jadi tahu arti penting persaudaraan. Gue sayang elo Mba...


Untuk seseorang yang punya tempat khusus di hati saya, mungkin saya tidak akan pernah mengatakannya secara langsung karena saya tidak punya keberanian untuk itu. Gue sayang elo. Semoga Allah memberikan semua kebaikan-Nya buat loe.


Untuk Nurul, teman yang sudah seperti kakak buat saya. Terima kasih untuk semuanya. Apapun kelakuan loe, gue tetep sayang sama elo, Bro...


Untuk Lusi, tidak terhitung berapa banyak saya menyusahkan dia dengan berbagai hal, dan dia selalu siap menolong saya kapan saja. Gue sayang elo, Lus...


Salah satu liriknya berbunyi:
So tell that someone that you love
Just what you're thinking of
If tomorrow never comes


Buat semua orang-orang yang ada dalam hidup saya, di mana pun kalian berada, saya sayang kalian semua. Saya sudah mengatakannya, semoga saya masih punya waktu untuk mengatakannya secara langsung, karena entah apa yang akan terjadi esok hari.


Label:

Jumat, 16 Mei 2008

First day….

Hari pertama dari realisasi ide tukeran meja. Hasilnya? Masing-masing mengaku merasa aneh sama meja barunya. Gue juga ngerasa aneh, karena sebelum gue tempatin, gue kudu beresin meja gue pake pembersih. Maklum deh…meja itu sebelumnya meja cowok, yang gue ragukan kebersihannya (hahaha…pizz ya Rul…).

Alhasil masih aja ada orang-orang yang duduk di kursinya yang lama (come on guys!! Katanya mau suasana baru??).

Tapi berhubung hari ini kita semua gak ada kerjaan, jadilah kita semua santai seharian. Ada yang bilang bosen (please deh…kerjaan numpuk katanya stres, gak ada kerjaan katanya bosen. Mau loe apa sih? Pusing tau..).

Senin besok kita bakal kembali ke meja masing-masing. Btw, buku proyek BSNP akhirnya kelar. Kita semua bisa bernapas lega. Terbiasa lembur dan dikejar-kejar deadline, rasanya jadi agak aneh kalo seharian ini kita gak ngapa-ngapain. Santai all the time…

Inilah enaknya kerja di penerbit…
Sekalinya stres bisa stres banget, kayak dikejar-kejar debt collector
Sekalinya santai bisa seharian gak ngapa-ngapain.


Tinggal bagaimana kita menikmatinya…

Label:

Kamis, 15 Mei 2008

Trio…

Waktu gue kuliah dulu, gue sempet punya geng yang namanya 3R. Terdiri dari 3 cewek yang imut-imut, lucu, dan menggemaskan (biar narsis yang penting PD!!) yaitu Ari, Nurul, dan Rita. Kita semua punya huruf “R” di nama masing-masing, makanya kita menggunakan nama 3R sebagai nama geng kita.

Kita semua sama-sama kuliah di FISIP UI angkatan 2001, gue sama Nurul kuliah di jurusan Antropologi sedangkan Rita kuliah di jurusan Politik. 3 anak yang kalo dah kumpul-kumpul bakal ngelakuin banyak hal gila bersama-sama, dan sialnya gue adalah orang yang selalu jadi korban keisengan dan keusilan mereka.

Gue jadi inget sama masa-masa waktu kita masih kuliah, waktu itu lagi zaman meteor garden booming (jadi inget sama temen gue si bolly kalo gue ngomong kata ini. Hehehe) dan dengan PD nya mereka mengklaim bahwa Tao Ming Tse adalah cowoknya Nurul, Hua Ce lai adalah cowoknya Rita dan gue kebagian Mei Cuo (please deh girls…kalo dipikir-pikir kelakuan kita tuh emang gak banget yah…sekarang mah dah gak musim kali ya…)

Masing-masing juga punya panggilan yang hanya diketahui oleh kita bertiga. Nurul biasa dipanggil White Rabbit, Rita biasa kita panggil Curly Bear, dan Gue dipanggil Paus Biru (lagi-lagi gue dikerjain sama mereka…dan gue gak bisa menolak…)
Ya…bagi mereka mungkin gue adalah anggota geng yang paling kecil dan paling sering dikerjain.

Geng yang lainnya adalah geng yang dibentuk pada saat menjelang selesai skripsi. Sebutannya adalah Trio Pyo. Kenapa Trio Pyo? Cerita bermula dari temen gue yang gelo abis, Lucita, yang suka banget ngasih nama julukan ke orang lain. Seperti contoh, Bolly yang punya nama asli Sinta, tiba-tiba dipanggil Bolly. Alasannya? Karena Bolly alias Sinta punya wajah yang mirip banget sama orang India. Seperti yang kita tau bahwa India terkenal dengan industri perfilmannya yaitu Bollywood, jadilah Sinta yang mendapat julukan Bolly. Sampai sekarang pun Sinta selalu di panggil dengan sebutan Bolly. Ternyata Lucita gak cuma melakukan itu ke Bolly semata, gue adalah korban berikutnya.

Nama Pyo sendiri diinspirasi dari kartun Pyo-Pyo, sosok ayam kuning kecil yang gayanya lucu banget. Lucita bilang, kalo liat gue, dia inget sama kartun Pyo-Pyo (sungguh alasan yang dibuat-buat. Sebenernya maksud loe itu apa sih Lus?), dan karena gue, Bolly, dan Lucita selalu bareng-bareng waktu cari bahan buat skripsi, dengan PD nya Bolly menyebut kita sebagai Trio Pyo (hahahaha…Bolly aya-aya wae ….).

Kita udah kayak trio yang tidak terpisahkan deh…
Sering banget kumpul bareng-bareng, walaupun sekarang dah mulai jarang karena masing-masing sibuk (I really miss that moment girls..).
Paling sering ngobrol ngalor ngidul sambil gosip plus ketawa-ketawa di kantin sastra. Kapan ya kita bisa begitu lagi??

Coming Soon : kumpul dan gosip-gosip di kantin sastra bersama Trio Pyo…!!!

Label:

Selasa, 13 Mei 2008

New idea ….

Gue kerja di divisi IPS yang satu ruangan dengan divisi Agama. Dalam satu ruangan ada 12 orang, kebayangkan gimana suasananya? Rame abis!


Hampir gak ada pembedaan sama sekali dalam ruangan. Semua orang punya hak yang sama dalam menggunakan inventaris kantor, kayak komputer ataupun telepon. Setiap orang punya meja masing-masing. Tiap orang juga berusaha membuat mejanya senyaman mungkin (antara lain dengan menumpuk buku setinggi mungkin, menyusun buku sedemikian rupa, memasang kaca di mejanya, dan lain sebagainya).


Salah seorang teman (Bagus) bilang, “bosen juga ada di tempat yang sama selama 4 tahun”. Itu terjadi karena dia memang sudah lama jadi karyawan disini dan statusnya sudah jadi karyawan tetap (bukan kayak gue yang masih kontrak). Suatu hari saat gue ngobrol sama teman-teman gue yang lainnya (Tifa dan Fifi), terlontar ucapan “aku mau pindah meja ke meja Mas Nurul” kata Tifa, kalo dipikir-pikir tempat itu emang strategis juga. Kenapa gue pindah yah? Kalo begini rasanya menyesal kemudian benar-benar tiada arti.


Lalu tiba-tiba taraaa…..langsung muncul ide buat tukeran tempat duduk.


Gimana kongkritnya?? Sebelumnya gue kasih tau dulu kalo ada posisi-posisi meja yang “stategis” dan yang gak “strategis”. Meja gue sih termasuk yang gak strategis (but I love my desk). Contoh meja yang strategis adalah mejanya Bagus, Nurul, dan Tiwi. Meja itulah yang jadi incaran. Berhubung Tiwi gak mau diajak tukeran tempat, jadilah tempat itu gak bakal diganggu gugat (Tiwi gak asik ah..).


Bagaimana mekanismenya?


Dengan cara membuat sistem undian. Di hari Kamis sore, kita akan mengumpulkan nama-nama anak-anak yang mau ikutan program tukeran tempat. Tiap nama ditulis dalam sebuah kertas lalu diundi. Nama yang diambil menunjukkan meja kita yang “baru”. Kesepakatan awalnya, kita cuma melakukan itu di hari jum’at saja (alasan pasti kenapa kita melakukan itu hari jumat, bukan yang lain masih belum jelas). Kayaknya kita perlu musyawarah lagi buat cari jalan keluar yang terbaik buat semuanya.


The result is semua orang bakal merasakan suasana meja yang baru dan teman yang “baru”. Maksudnya kita gak akan ketemu atau duduk deket-deket sama temen yang biasanya emang ada di deket loe. Sebagai contoh, Fifi mungkin gak akan sebelahan lagi sama Nurul yang eksentrik, bisa jadi dia duduk di meja gue dan duduk di depan Tiwi (dan akhirnya mereka bergosip deh..).


Semua orang kayaknya semangat menyambut ide baru itu, Lumayan buat refreshing setelah stres dengan proyek BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan).


Kayaknya kita memang perlu ide-ide baru buat mengatasi rasa bosan.


Next plan : PERGI KE TAMAN
SAFARI....!!!

Label:

Senin, 12 Mei 2008

I (still) don't like monday...

Masih ada yang salah???
Stres deh….perasaan udah gue cek deh!
Apa yang loe rasakan?
Kesel? Pasti!
Kenapa kalo ada yang salah, semuanya dibebankan sama editor?
Emangnya kita dewa yang gak mungkin salah? Itu manusiawi banget lah…
Sebenernya apa jobdesk editor?
Ngedit naskah, membuat soal, menyesuaikan dengan kurikulum yang dibuat oleh Departemen Pendidikan Nasional, mencari gambar, menulis materi, periksa layout dan setumpuk pekerjaan yang lainnya.
Kalo ada yang salah gimana?
Udah pasti editor yang disalahkan….(nasib jadi editor begini nih…nelongso tenan).
Tapi itulah pekerjaan yang gue pilih sekarang, walaupun cita-cita jadi penulis belom kesampaian, setidaknya gue ikut berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa (sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alinea keempat) dengan bekerja di bidang ilmu pendidikan.
Satu ucapan seorang teman yang lumayan menghibur gue : “kita bukannya menghilangkan semua kesalahan, tapi meminimalisasi kesalahan”.
Betul juga yah! Kesalahan datang dari manusia dan kesempurnaan datang dari Tuhan.
Semangat semuanya….!!!!

Label: