<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112</id><updated>2011-07-08T06:08:24.811+07:00</updated><category term='curhat'/><category term='Simple Life'/><category term='vacation'/><category term='Education'/><category term='my story'/><category term='family'/><category term='friends'/><title type='text'>Pyo-pyo's blog</title><subtitle type='html'>Cerita yang ingin aku bagi kepada dunia.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-6689744864382364597</id><published>2009-08-14T15:11:00.003+07:00</published><updated>2009-08-14T15:19:39.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Sorry We're Closed</title><content type='html'>Aneh dengan judulnya? Kayak tulisan yang ada di depan pintu sebuah toko yang menandakan kalau toko itu tutup. Yup!! Tujuannya nyaris sama dengan itu. Ini adalah postingan terakhir saya di blog ini. Rencananya saya bakal pindah blog, masih pake blogspot kok, tapi namanya aja yang berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Blog ini dibuat dengan bantuan seorang teman yaitu &lt;a href="http://aryanst.blogspot.com"&gt;Mannthea&lt;/a&gt;, Tengkyu ya mas Tapi berhubung saya tidak bisa mengembalikannya seperti semula, saya kemudian memutuskan untuk membuat yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada banyak hal yang saya tulis dalam blog ini. Kebanyakan memang berisi curhat, apa yang saya rasakan, apa yang saya pikirkan, dan apa yang saya lakukan. Lihat saja isinya, ada curhat saya waktu diomelin sama chief editor karena melakukan sebuah kesalahan. Oke saya terima, dan itu memang salah saya yang kurang teliti, tapi caranya marah itu loh yang bikin saya ilfeel. Dia marah-marah sambil mengungkit-ungkit masa lalu. Jelas itu sama sekali tidak ada hubungannya, dan saya tidak suka dengan caranya itu. Kalau boleh saya mencela mantan bos saya itu ”Gak mikir apa dia?!”. Saya malah akan lebih respect lagi kalau seandainya dia bicara baik-baik, dengan cara itu saya (mungkin) akan merasa bersalah (hehehe...), tapi dengan caranya itu saya bukannya merasa bersalah dan berniat memperbaikinya, tapi malah berpikir ”Emangnya gua dewa? Sampe-sampe gak boleh melakukan kesalahan?”. Sejak saat itu, rasa hormat saya ke dia benar-benar hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Curhat lainnya berisi kegiatan waktu saya dan teman-teman yang ada dalam ruangan editorial IPS mengadakan acara tukar meja. Intinya memang suma buat seru-seruan doang. Semua dilakukan dengan sistem undian. Saya ingat benar, ada kursi-kursi yang jadi incaran semua orang, yaitu kursinya Nurul dan kursinya Bagus. Tempatnya yang tersembunyi membuat kita terlindungi dari apapun (wakakak....untungnya saya pernah merasakan kedua kursi tersebut). Selain itu juga ada kursi-kursi yang dihindari oleh kebanyakan orang yaitu kursi &lt;a href="http://aryanst.blogspot.com"&gt;Mas Irman&lt;/a&gt; (yang terletak persis di depan pintu masuk, gak heran lu sering tidur di kursi orang ya mas...) dan kursi &lt;a href="http://bayureason.blogspot.com"&gt;Mas Bayu&lt;/a&gt; (sebelahan sama kursinya Mas Irman, posisinya sama-sama gak enak, sebrang-sebrangan sama koordinator IPS lagi. Wakakakak...apa hal itu juga masih loe alami mas?). Ide ini baru ada di divisi IPS, divisi lain gak ada (nyombong dikit), habis saya merasa divisi IPS itu kompak satu sama lain, apalagi kalau urusannya senang-senang, dan urusan melanggar aturan kantor. Yeiiiii...!!! We like breaking the rules...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada lagi cerita yang isinya tentang impian masa kecil, impian saya yang pengen jadi dokter, presiden, sekjen PBB, arsitek, ataupun guru. Yah... namanya juga impian masa kecil, semenjak SMA impian saya punya sebuah cita-cita dan pelan-pelan saya coba melaksanakannya. Saya mau jadi penulis, karena saya ngefans berat sama JK. Rowling dan Andrea Hirata. Tapi kalau ditanya cita-cita saya sekarang apa? Saya dengan jelas saya akan bilang bahwa jadi penulis adalah tujuan hidup saya nomor 4. Tujuan hidup yang pertama adalah masuk surga, yang kedua adalah mendapatkan suami yang ganteng, keren, tajir, dan pinter, yang ketiga adalah jadi PNS di Depbudpar, dan yang keempat adalah jadi penulis ngetop (Haduh...kesampean gak ya? Amin...hihihi...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cerita lainnya adalah tentang cinta. Ya...waktu itu saya lagi semangat ngomongin topik yang satu itu, tapi kalau sekarang saya lebih memikirkan topik yang lainnya aja deh... Ada juga tentang pekerjaan, gimana sebelnya saya waktu harus masuk sabtu dan minggu demi proyek yang menurut saya bukunya aneh (hahaha...kok tulisan yang terakhir ini kok banyakan nyelanya yah? Gak apa-apa deh...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cerita yang menurut saya cukup mengharukan waktu menulisnya adalah ketika menulis entry yang judulnya ”My Last Day in Ganeca”, sesebal-sebalnya saya pada tempat kerja saya terdahulu, tapi sampai sekarang saya bisa dengan bangga mengatakan bahwa mereka (teman-teman di divisi IPS) adalah rekan-rekan kerja yang paling baik yang pernah bekerja sama dengan saya, mungkin karena usia kami yang memang tidak terlalu terpaut jauh (kecuali Bagus, tapi ternyata dia bisa nyambung juga. Hihihi...), kami juga cukup kompak dengan melakukan banyak ide bersama seperti tukar meja, permen bergilir, tour to Dufan, hari makan padang, hari makan bakso, ataupun hari makan J-Co. Percaya deh (lagi-lagi saya mau nyombong) divisi lain tuh gak seasik divisi kami. Wakakak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagi yang mau liat blog ini masih bisa kok, hanya saja semua postingan baru nantinya akan berubah ke blog yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama blog saya adalah riepyo-mystories.blogspot.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan berkunjung, masih dalam proses pembuatan sih, semoga bisa cepet selesai (sekalian belajar ngutak-atik blog versi saya sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goodbye, Adios, sayonara...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-6689744864382364597?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/6689744864382364597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=6689744864382364597' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/6689744864382364597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/6689744864382364597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2009/08/sorry-were-closed.html' title='Sorry We&apos;re Closed'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-8105416591939201151</id><published>2009-07-23T16:32:00.001+07:00</published><updated>2009-07-23T16:35:43.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Review</title><content type='html'>Hai blog!!! &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;How are you? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ternyata udah lama juga saya gak pernah nulis di blog tersayang saya ini. Sebenernya ide ada banyak di kepala, cuma buat merealisasikannya ternyata susah (ah, ngeles aja kayak bajaj…). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Let’s see…, bangun tidur saya masih harus beberes plus nyapu rumah sebelum berangkat kerja, pulang kerja masih harus nyuci baju (maklum gak punya pembokat. Lah…kenapa jadi curhat gini sih?), belum lagi acara main sama ponakan (Zidane dan Zahri) yang kalo saya pulang kerja selalu deh minta gambarin kereta (maklum, Zidane lagi doyan banget sama segala sesuatu yang berhubungan dengan kartun kereta Thomas). Hasilnya, badan saya udah keburu capek dan gak bisa nulis lagi. Sebenernya gak cuma itu sih masalahnya, komputer rumah juga lagi bermasalah. Kayaknya sih kena virus yang datengnya entah dari mana, dan kayaknya minta diservice. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang mari kita review apa aja yang sudah saya alami belakangan (ini gunanya blog kan? Berbagi cerita sama orang lain…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Boediono --&gt; Budi Anduk --&gt; Emirsyah Sattar&lt;br /&gt; Sekarang saya sedang menangani buku biografi yang membahas mengenai Emir Sattar. Tau Emirsyah Sattar itu siapa? Dia adalah Direktur Utama Garuda Indonesia (buat yang gak tau, gak apa-apa kok, lah wong saya aja baru tau belakangan...). Buku-buku yang sebelumnya terpaksa ditunda sampai batas waktu yang saya sendiri tidak tahu (berdasarkan apa yang diucapkan sama bos saya lho...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Marina Lia Safitri&lt;br /&gt; Dia adalah salah satu teman kuliah seangkatan saya di Antropologi Fisip UI. Hari Sabtu tanggal 18 Juli lalu, saya mendapatkan kabar yang mengagetkan berkaitan dengannya. Dia meninggal. Saya shock!! Bagaimana mungkin? Beberapa hari sebelumnya dia pernah menelepon saya, tapi tidak sempat saya angkat. Saya kira cuma mau say hello aja karena udah lama gak ketemu, dan mungkin apa yang ingin dikatakannya tidak akan pernah saya tau. Semoga Allah memberikan tempat yang terbaik untukmu teman ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Indosat M2&lt;br /&gt; Kakak saya yang nomer 2 baru saja membeli modem untuk internet, dengan sim card Indosat M2 kami bisa internetan dari rumah sepuasnya (Hore...!!! Gak perlu pergi ke warnet lagi deh!!). Lagi seneng-senengnya bisa ngenet di rumah, ternyata komputer rumah gak bisa diajak kerjasama. Tiba-tiba (sebenernya gak tiba-tiba juga sih, komputer rumah sudah menunjukkan tanda-tanda kalo dia ngadat sejak lama) komputer rumah jadi sering restart sendiri. Alhasil semuanya jadi kacau (masih ditambah sama tukang reparasi komputer langganan yang biasanya gak bisa dihubungi). How could this happen?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Wisata menulis 2009-07&lt;br /&gt; Dua minggu yang lalu tempat saya bekerja mengadakan acara Wisata Menulis 2009 dengan peserta anak-anak SD-SMP dengan jumlah peserta sekitar 30 orang. Lumayan lah... saya jadi tau hanggar maintenace milik Garuda Indonesia satu-satunya yang ada di indonesia (katanya tidak semua orang punya akses untuk mengunjunginya, kecuali punya kenalan ”orang dalam”), sisanya saya sudah pernah semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. http://storiesofme-rie.blogspot.com --&gt; twitter.com/riepyo&lt;br /&gt; Inilah repotnya jadi orang yang gaptek soal teknologi. Niat awalnya sih saya mau coba memperbagus tampilan blog saya dengan googling template buat blog saya. Saat sudah merasa cocok dengan salah satu template dan mau menggunakannya secara permanen, saya kemudian mengklik salah satu templatenya. Tapi yang terjadi blog saya kemudian bermasalah. Tampilannya tidak seperti yang saya harapkan. Bukan hanya  templatenya yang gak mau berubah, tapi juga menghilangkan beberapa item di blog saya, seperti plurk, shoutmix, statcounter, dan daftar nama blog teman-teman yang sudah saya link sebelumnya (sampe sekarang saya masih berjuang untuk mengembalikannya seperti semula). Beberapa hari yang lalu saya juga baru membuat account baru di situs jejaring twitter (Buset dah!! Basi amat yak? Tapi kayaknya twitter gak booming (pinjem istilahnya Bolly) deh di Indonesia). Setelah mencoba klak-klik icon yang ada di twitter, akhirnya account saya adalah riepyo (gabungan dari rie, nama blog saya, dan pyo, panggilan saya dari teman-teman terdekat). Di add ya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Itulah update kabar tentang saya. Here I am. Still looking for the best in my life, may God bless me always. Amin…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-8105416591939201151?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/8105416591939201151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=8105416591939201151' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/8105416591939201151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/8105416591939201151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2009/07/review.html' title='Review'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-3086425097800909794</id><published>2009-06-03T09:59:00.004+07:00</published><updated>2009-06-09T12:02:20.441+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my story'/><title type='text'>Jomblo</title><content type='html'>Salah seorang teman saya, yang memang suka sekali menulis dan punya pekerjaan sebagai penulis skenario, meminta saya mengomentari novel yang baru saja dibuatnya. Tebalnya ada 100 halaman dengan spasi single, jika dijadikan spasi double maka akan jadi 150 halaman. Sebelum mengirimkannya ke penerbit, dia selalu meminta teman-teman mengomentari novelnya. Judul novelnya adalah JP, singkatan dari Jomblo Perak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sebelumnya saya sudah pernah mengomentari novel teman saya sebelumnya, kalau tidak salah judulnya Diva, dan dia langsung marah setelah saya selesai mengomentarinya. Mungkin saat itu dia berpikir “Loe gak tau sih rasanya bikin ini, susah tau…” rutuknya. Salah seorang teman saya yang lainnya bilang “Loe tuh salah Pyo (panggilan dari teman-teman terdekat saya), jangan terlalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;to the point&lt;/span&gt; gitu dong. …”. Duh…itu kebiasaan saya yang susah diilangin. Saya paling susah kalo disuruh basa-basi, takutnya nanti basi beneran (nasi kaleee…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sebenernya saya juga sering sekali mengomentari cerpen buatannya, dan kebanyakan komentarnya sama. Saking seringnya saya memberi komentar “pedas”, akhirnya dia jadi kebal dan selalu meminta saya untuk mengomentari tulisannya (hehehe…maap ya, kan semuanya juga buat kebaikan loe?). Lantas kenapa dia masih saja meminta saya mengomentari novelnya? Alasannya karena pekerjaan saya adalah sebagai editor. Walaupun saya sering mengomentari jelek mengenai tulisannya, tapi dia menganggap saya teliti dan memikirkan sampai ke detail. Tidak cuma alur ceritanya, tapi juga tulisannya. Salah seorang teman saya yang lainnya beranggapan bahwa apa yang saya lakukan terhadap novel teman saya ini seperti meniru apa yang pernah dosen pembimbing saya lakukan pada saat menyusun skripsi. PS: dosen pembimbing saya itu termasuk “killer”, teliti, dan detail (wah…kalau yang itu sih saya tidak tau).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Ngomong-ngomong soal novelnya yang berjudul Jomblo Perak, saya langsung tau dari mana inspirasi novel itu berasal. Lantas saya jadi terpikir kalau biasanya saya mendengar curhatannya, sekarang saya seperti membaca curhatannya. Baru satu bab saya membacanya saya langsung menyadarinya dan mengkonfirmasinya langsung. Awalnya dia memang tidak mau jujur, tapi akhirnya dia ngaku juga. Dan tebakan saya benar, walaupun itu bukan murni curhatannya, “inspired by” katanya. Tapi entah kenapa ada kejadian-kejadian yang sepertinya memang terjadi di kehidupan nyata dan dituliskan di dalam novel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Mari kita bahas mengenai novelnya. Jujur, saya sendiri baru kenal istilah Jomblo Perak setelah membaca novel teman saya itu. Sebelumnya saya tidak pernah mendengar istilah itu. Bagi perempuan, usia 25 memang termasuk usia kritis. Orang-orang di sekitar kita sudah mulai bertanya “Sudah punya pacar belum? Kapan nyusul menikah?”. Jenis pertanyaan yang menurut saya membosankan dan malas rasanya untuk menjawabnya. Kenapa? Untuk saya sendiri, saya baru lulus kuliah pada usia 22 tahun, dan sekarang sedang sibuk mengumpulkan uang. Untuk apa? Ya...untuk masa depan lah... Masih banyak hal yang ingin saya lakukan di usia saya yang sekarang. Saya masih ingin berteman dengan siapa saja, bermain kemana saja yang saya mau tanpa perlu izin dengan orang lain (kecuali orang tua saya), saya masih ingin membahagiakan orang tua saya, masih ingin kumpul-kumpul dengan teman sampai sore dan ketawa-ketiwi gak jelas juntrungannya. Saya masih pengen melanjutkan kuliah, pergi keliling dunia dan Indonesia melihat tempat-tempat baru yang menarik, masih pengen nonton Liverpool di Anfield, pokoknya masih banyak hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Keluarga saya sendiri, terutama ibu saya, tidak mempermasalahkan mengenai hal tersebut. Setidaknya tidak secara terang-terangan dan secara langsung. Mungkin karena ibu saya adalah tipikal orang Jawa yang sering merasa tidak enak dengan orang lain, termasuk mungkin pada anaknya. Cuma memang sejak dua tahun yang lalu ada yang berbeda dengan ucapan selamat ulang tahun yang diucapkan oleh ibu saya. Dulu doanya begitu panjang, tapi makin kesini doanya jadi makin singkat. Pada saat saya kuliah, ibu saya selalu mendoakan supaya kuliah dan skripsi saya cepat kelar, dan cepat mendapat pekerjaan yang baik. Setelah saya bekerja, ibu saya hanya mendoakan supaya saya cepat mendapatkan jodoh yang terbaik (Duh, Mih...kenapa doanya cuma itu sih?). Ibu saya juga bukan termasuk ibu yang sering mengojok-ojok anaknya untuk buru-buru menikah (saya agak sedikit tenang karena saya masih punya seorang kakak yang juga belum menikah. Hehehe...). Ada yang bilang kalau saya ini masih anak-anak hanya karena gaya saya yang suka sekali bercanda dan cuwawa’an, jadi masih pengen senang-senang. Ih, saya agak kesal saat dibilang masih anak-anak. Tapi masa bodo ah... itu kan pendapat orang, bukan hak saya mengatur pendapat orang. Seorang teman yang lainnya malah berpendapat bahwa saya malah seharusnya menikah terlebih dahulu, baru kemudian mengejar karir. Katanya saya tipe orang yang perlu banyak bimbingan, salah satunya dari suami. Duh...saya jadi pusing mendengarnya. Satu hal yang pasti, kalau saya menikah nanti saya tidak mau mengandalkan seluruh hidup saya pada suami saya nanti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Akhirnya saya memutuskan untuk menyerahkan semuanya pada Allah. Tidak usah terlalu bernafsu mencari, kalau sudah waktunya toh dia juga akan datang dengan sendirinya. Setiap selesai sholat saya berdoa, ”Ya Allah, semoga kau pertemukan aku dengan jodoh terbaikku, di manapun dia berada sekarang...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saya pernah membaca sebuah tulisan yang membahas mengenai pernikahan, yang isinya ”Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu. Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Romantis sekaligus dalam sekali maknanya bukan? Saya kemudian berpikir, ”Bukankah Allah sudah menentukan jodoh dari tiap orang?”. Saya hanya perlu berusaha, dan menyerahkan sisanya pada Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;     Tiba-tiba saya jadi ingin sekai menyanyikan lagunya Oppie yang judulnya Single Happy. Buat semua orang yang masih single, jangan sedih. Masih banyak hal yang bisa dilakukan. Buat Oppie, makasih udah nyiptain lagu ini. It’s really cool...;-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Single Happy, By: Oppie Andaresta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bilang aku pemilih dan kesepian&lt;br /&gt;Terlalu keras menjalani hidup&lt;br /&gt;Beribu nasehat dan petuah yang diberikan&lt;br /&gt;Berharap hidupku bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baik-baik saja&lt;br /&gt;Menikmati hidup yang aku punya&lt;br /&gt;Hidupku sangat sempurna&lt;br /&gt;I’m single and very happy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengejar mimpi-mimpi indah&lt;br /&gt;Bebas lakukan yang aku suka&lt;br /&gt;Berteman dengan siapa saja&lt;br /&gt;I’m single and very happy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bilang sudah saatnya karena usia&lt;br /&gt;Untuk mencari sang kekasih hati&lt;br /&gt;Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku&lt;br /&gt;Pada waktu dan cara yang indah&lt;br /&gt;I’m single and very happy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan&lt;br /&gt;Tak bisa ku hentikan&lt;br /&gt;Ku inginkan yang terbaik untukku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-3086425097800909794?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/3086425097800909794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=3086425097800909794' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/3086425097800909794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/3086425097800909794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2009/06/inspired-by.html' title='Jomblo'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-5327788440983370862</id><published>2009-06-03T09:52:00.000+07:00</published><updated>2009-06-03T09:58:51.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my story'/><title type='text'>Jilbab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SiXmkHOUcRI/AAAAAAAAADs/QgHCJvPzEgA/s1600-h/muslimah_solehah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 287px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SiXmkHOUcRI/AAAAAAAAADs/QgHCJvPzEgA/s320/muslimah_solehah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342930041033748754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Belakangan isu mengenai jilbab marak beredar di masyarakat. Salah satu kasus yang sedang hangat dibicarakan berkaitan dengan pemilihan presiden tanggal 8 Juli besok. Seperti yang kita ketahui bahwa ada 3 pasang calon presiden dan wakil presiden yang berlaga kali ini. Mereka adalah Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono, serta Jusuf Kalla dan Wiranto. Saking sengitnya persaingan yang terjadi di antara keduanya, isu mengenai agamapun akhirnya dimunculkan ke permukaan. Isu ini diduga dimunculkan oleh PKS. Mereka mengagumi pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto yang memiliki istri yang menggunakan jilbab. Lalu? Kalau tidak dikatakan di depan publik tentu saja tidak aneh, tapi saat hal ini dikatakan di depan publik, tentu saja aneh. PKS  termasuk partai-partai yang mendukung pasangan SBY-Boediono. Logikanya, kalau mereka mendukung pasangan SBY-Boediono, kenapa mereka malah mengatakan hal tersebut? Kalau hanya karena istri Jusuf Kalla dan Wiranto menggunakan jilbab, menurut saya alasannya sangat aneh. Jujur, pada pemilu legislatif kemarin saya mencontreng PKS, begitu juga pada pemilihan gubenur DKI terakhir. Alasannya? Karena saya belum pernah mendengar ada anggota dewan dari PKS yang terlibat kasus korupsi, penyakit yang sering sekali dialami oleh anggota dewan legislatif. Tapi pada saat SBY akan memilih calon pendampingnya, ribut-ribut dimulai, seperti ada perebutan kekuasaan dan PKS adalah salah satu pihak yang ikut ribut. Ah…hancur deh pandangan positif saya mengenai PKS. Terlebih lagi saat isu mengenai jilbab itu muncul, kok saya jadi kurang simpati lagi ya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Bagi saya, beragama itu merupakan kebebasan yang dimiliki oleh tiap orang. Negara bahkan menjaminnya dalam UUD 1945 pasal 29. Begitu juga dengan menggunakan jilbab. Agama Islam memang mengajarkan agar seorang wanita selayaknya menutup bagian yang termasuk aurat, kecuali telapak tangan dan wajah. Saya sendiri juga baru menggunakan jilbab sejak lebaran tahun lalu. Walaupun saya sudah tau kewajiban itu sejak dulu, tapi kesadaran untuk menggunakannya baru muncul belakangan. Dulu saya berpikir kalau saya akan memperbaiki perilaku diri saya dulu sebelum akhirnya menggunakan jilbab. Takutnya saat saya sudah menggunakan jilbab, tapi ternyata kelakukan saya masih malu-maluin. Saat itu saya berpikir, ”saya memang tidak menggunakan jilbab, tapi setidaknya saya tidak melakukan hal yang dilarang oleh agama”. Sampai akhirnya saat itu datang juga. Salah seorang teman saya pernah bercerita bahwa di akhirat nanti, semua dosa manusia itu akan dihitung. Tidak ada manusia yang akan langsung masuk ke surga, walaupun jumlah kebaikkannya banyak sekali. Mendengar hal itu saya jadi takut, rasanya dosa saya sudah kelewat banyak. Sementara kebaikan yang sudah saya lakukan? Entahlah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sebelum saya menggunakan jilbab, saya banyak bergaul dengan teman-teman saya yang sudah menggunakan jilbab sebelumnya. Pergaulan inilah yang kemudian ikut mendorong saya menggunakan jilbab. Saya rasa kalau kita ikhlas terhadap suatu hal maka kita akan melakukan hal tersebut dengan hati senang, dan mungkin itulah yang saya rasakan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Lalu apa kesimpulannya? Saya kok lebih suka kalau kewajiban memakai jilbab itu didasarkan karena keinginan sendiri, bukan Karena paksaan dari orang lain. Kesadaran itupun harus muncul karena rasa takwa pada Allah, bukan karena takut dukungan dari manusia lain akan hilang kalau tidak dituruti. Bukankah Allah adalah pemilik dari segala hal yang ada di dunia ini? Lantas kenapa kita masih bergantung pada manusia?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-5327788440983370862?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/5327788440983370862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=5327788440983370862' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/5327788440983370862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/5327788440983370862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2009/06/jilbab.html' title='Jilbab'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SiXmkHOUcRI/AAAAAAAAADs/QgHCJvPzEgA/s72-c/muslimah_solehah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-6889352827444900421</id><published>2009-05-14T11:21:00.003+07:00</published><updated>2009-05-14T11:31:24.640+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my story'/><title type='text'>Hape 3G</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SguePe1sRrI/AAAAAAAAADk/nMxzQKvWxpA/s1600-h/siemens-m35i-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SguePe1sRrI/AAAAAAAAADk/nMxzQKvWxpA/s320/siemens-m35i-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335532172363974322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kemajuan teknologi yang semakin tinggi di bidang komunikasi membuat kita bisa berbicara memalui telepon sambil melihat wajah orang yang diajak berbicara di ujung telepon beberapa waktu yang lalu melalui teknologi 3G. Sekarang teknologi handphone malah lebih pesat lagi, dan yang lagi tren sekarang adalah Blackberry.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ngomong-ngomong soal handphone 3G, saya sempat punya handphone 3G. Mereknya adalah Siemens tipe M35i. Heran? Gak perlu, lha wong handphone 3G yang saya maksud adalah 3 generasi, bukan seperti yang saya bilang sebelumnya. Maksudnya 3 Generasi adalah saya adalah generasi ketiga yang memakai handphone itu setelah kakak saya yang nomer satu dan kakak saya yang nomer dua. Oalah…jadi hapenya lungsuran? Ya gitu deh…hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Fiturnya amat sangat sederhana, layarnya masih monokrom, cuma muat menampung 30 sms di inboxnya, ringtonenya monofonik, belum lagi phonebooknya yang cuma 100 doang. Pokoknya bener-bener standar banget deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ceritanya kakak saya yang nomer satu membeli Siemens A55, setelah dia membeli yang baru, lalu si M35i itu dipake sama kakak saya yang nomer dua. Waktu itu saya merasa belum terlalu butuh punya hape, walaupun sebenernya pengen banget punya. Habis, kalo punya hape kan artinya harus beli pulsa, sementara uang jajan harian saya gak cukup. Waktu kakak saya yang nomer dua memutuskan untuk mengganti hapenya dengan Sony Ericsson K300i, si M35i dihibahkan pada saya. Makanya saya bisa bilang kalo hape yang saya punya itu bener-bener 3G alias 3 Generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Si Merah, begitu saya menyebutnya karena memang warnanya yang merah, sudah tidak bisa dipakai lagi gara-gara rusak. Masa baktinya sudah habis dan dia harus pensiun menemani saya. Padahal saya suka sekali sama Si Merah. Daya tahannya paling kuat dibandingkan dengan hape merek lainnya, walaupun bentuk dan fiturnya standar. Kalau mau pake Si Merah, saya kudu ekstra sabar. Si Merah gak punya kursor naik ataupun turun, yang ada mundur ke belakang perhuruf dan kita cuma bisa nulis satu SMS doang. Kebayang dong gimana rasanya kalau mau nulis SMS? Sabaaaarrrrrr….. Si Merah itu sekarang rusak karena baterainya menggembung dan soak, jadi harus dichas tiap saat. Kalau diperbaiki biayanya bisa jadi lebih mahal daripada harga Si Merah kalau dijual. Makanya, sekarang Si Merah cuma bisa ngejogrok di meja belajar saya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sekarang saya pake Sony Ericsson K300i milik kakak saya yang nomer dua, karena dia sudah membeli Nokia 3230. K300i itu juga belakangan juga mulai ngadat. Dimulai dengan keypadnya yang susah buat dipencet plus joystiknya yang gerak seenak udelnya dewek! Sebagai contoh, kalau saya mau membalas SMS, yang kepencet malah tombol untuk menelepon, dan hal itu gak cuma terjadi satu kali, tapi sering!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ternyata dari hape saya bisa belajar sabar, tapi sabar saya juga ada batasnya. Kayaknya saya kudu beli hape yang bener-bener baru deh. Enaknya model apa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: aslinya hape saya berwarna merah, bukan kuning. Lantaran gak ada yang warna merah, yang warna kuning juga gak apa-apa deh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-6889352827444900421?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/6889352827444900421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=6889352827444900421' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/6889352827444900421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/6889352827444900421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2009/05/hape-3g.html' title='Hape 3G'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SguePe1sRrI/AAAAAAAAADk/nMxzQKvWxpA/s72-c/siemens-m35i-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-953311062457976755</id><published>2009-05-13T11:10:00.001+07:00</published><updated>2009-05-13T11:12:27.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my story'/><title type='text'>Football</title><content type='html'>Perempuan suka sepak bola aneh? Ah..gak juga, jaman sekarang mah sah-sah aja perempuan suka sama permainan yang kebanyakan dilakukan oleh laki-laki ini, walaupun kebanyakan masih sebatas menonton. Eh, tapi ada juga lho Piala Dunia sepak bola khusus perempuan, cuma sayangnya jarang diliput sama media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Saya sendiri mulai menyukai sepak bola sejak kelas 2 SMA, lebih tepatnya pada saat pelaksanaan Piala Dunia 1998 di Prancis. Awal mulanya sih karena tersepona (eh, terpesona) dengan kegantengan dari David Beckham (wajar banget ya bo’ alesan saya kali ini, abis emang cewek kan biasanya pasti gitu), tapi lama kelamaan saya benar-benar menyukai sepak bola. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     Apa cuma ngefans sama David Beckham? Ya enggak donk! Saya kemudian jatuh hati sama Michael Owen. Kenapa? Gaya mainnya waktu Inggris bermain melawan Argentina keren banget (Ps: saat itu saya masih belum ngerti aturan main sepak bola, yang penting mah dia bikin gol), walaupun akhirnya Inggris kalah 6-5 dari Argentina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sejak saat itu saya langsung mencari tahu, Michael Owen mainnya di klub apa ya? Dan jawabannya adalah Liverpool. Mulai dari situ deh saya ngefans berat sama Liverpool. Saya suka semua pemainnya, pelatihnya, sejarah klubnya, bahkan tagline Liverpool yang bunyinya “You’ll Never Walk Alone”. Saya juga punya wallpaper Liverpool di hape saya yang selalu saya pasang kalo lagi ada pertandingan Liverpool di televisi sebagai tanda dukungan saya terhadap Liverpool. Walaupun Michael Owen akhirnya pindah ke Real Madrid, saya tetap suka Liverpool. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sekarang saya ngefans berat sama Steven Gerrard, kapten Liverpool. Mainnya bagus, komentator bola selalu bilang dia adalah roh permainan Liverpool, pengatur serangan, dan pemimpin di lapangan. Btw, saya jadi inget kejadian waktu saya masih sekolah, saya sering diomelin sama nyokap karena nonton pertandingan sepak bola tengah malem (apalagi kalo lagi nonton Liga Champions), sementara besok paginya saya harus sekolah. Setelah kuliah dan ada televisi di kamar, saya udah gak pernah diomelin lagi. Ya iya lah…udah gede kaleee…hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tim favorit saya selain Liverpool? Ya Tim Nasional donk! Walaupun kondisinya lagi carut-marut seperti sekarang, walaupun diomelin sama FIFA lantaran ketua umumnya adalah narapidana, walaupun kalau habis bertanding dan kalah selalu rusuh, saya tetap cinta sama tim nasional sepak bola Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sayangnya saya belum pernah nonton langsung pertandingan sepak bola di stadion, paling-paling hanya dari televisi, makanya dari dulu sampai sekarang ada beberapa pertanyaan yang penasaran banget pengin saya tau jawabannya.&lt;br /&gt;1. Kenapa pemain sepak bola di Liga Inggris jarang ada yang punya rambut gondrong? Ini beda dengan pemain sepak bola di Liga Italia ataupun Liga Spanyol.&lt;br /&gt;2. Kalau salah satu tim sedang ditekan habis-habisan oleh tim lawan, kira-kira apa yang dilakukan oleh kiper dari tim yang menekan di depan gawangnya sendiri?&lt;br /&gt;3. Para pemain di Liga Eropa kan biasanya berasal dari berbagai negara, kira-kira kalau mereka kesal lalu adu mulut, mereka marah pake bahasa apa ya?&lt;br /&gt;4. Dalam tiap babak, para pemain bermain selama 45 menit. Mereka berlari kesana-kemari mengejar bola. Pertanyaannya: apa mereka gak haus? Trus kalo tiba-tiba mereka kebelet mau ke belakang gimana?&lt;br /&gt;5. Apa rasanya jatuh di lapangan sepak bola? Apa badan mereka gak sakit? Ada training khusus mungkin? Mungkin gak ya setelah mereka main di lapangan, badan mereka semua biru-biru karena memar?&lt;br /&gt;6. Kalo pemain Liga Eropa, selain main sepak bola mereka juga nyambi jadi model, kalo pemain Indonesia nyambi jadi apa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Udah ah…kalo saya lanjutin bakal ada banyak pertanyaan lagi yang bakal muncul di kepala saya, sementara saya sendiri belum tau jawabannya. Sekarang ini saya hanya perlu menonton pertandingan dan menikmatinya sambil tetep cari informasi mengenai berbagai pertanyaan yang suka nongol tiba-tiba di kepala saya. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;     Syukur-syukur kalo pemainnya ganteng-ganteng (kalo niat yang ini sih gak bisa dicegah), jadi kalo permainannya membosankan setidaknya ada pemain-pemain ganteng yang bisa dipelototin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-953311062457976755?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/953311062457976755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=953311062457976755' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/953311062457976755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/953311062457976755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2009/05/football.html' title='Football'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-6018322998483439732</id><published>2009-05-12T10:11:00.002+07:00</published><updated>2009-05-12T10:14:49.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my story'/><title type='text'>Tolooooonggg...</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPMM_DE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPMM_DE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPMM_DE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Salah seorang teman saya pernah bercerita pada saya suatu hari, “Waktu itu gue lagi mau main ke rumah temen gue, Rie. Sebelomnya gue mampir dulu ke pom bensin mau ngisi. Dari kantor gue yakin gue punya duit sepuluh ribu di kantong celana. Cukuplah buat isi bensin sampe rumah temen gue. Setelah diisi, waktu gue mau bayar, gue kaget!! &lt;span style="" lang="ES"&gt;Duit yang ada di kantong celana gue mana ya? Kok tiba-tiba gak ada? Gue panik, gimana nih? Tengki motor gue udah keburu diisi lagi!! Akhirnya gue telepon temen gue itu, tapi nomernya gak bisa dihubungi”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;“Loe telepon rumahnya dong!” ucap saya memotong cerita teman saya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;“Gue gak punya pulsa buat telepon, cuma ada pulsa gratisan buat ke sesama operator doang”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Sampai di sini saya lalu berpikir, apa yang akan saya lakukan ya kalau saya sampai ada di posisinya pada saat itu?. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;“Akhirnya gue telepon adeknya temen gue yang nomer teleponnya masih satu operator. Untungnya berhasil diangkat, terus gue minta tolong. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Akhirnya dia dateng buat bantuin gue. Lega banget rasanya” ujar teman saya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya pun ikut lega mendengarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Loe tau gak Rie, setelah selesai dan gue rogoh kantong celana gue, ternyata duit itu ada!!”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya melongo “Loh kok bisa?”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Tadi tuh gue keburu panik, jadi gak sadar kalo duitnya nyelip di lipetan kantong. Padahal tadinya gue mau ngegadein hape gue ini sama yang jaga SPBU, tapi gak jadi”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya memukul bahu teman saya itu “Loe gimana sih? Kok bisa sampe gitu?” omel saya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Namanya juga orang panik Rie, mana gue tau?”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Mbok lain kali tuh hati-hati kenapa sih?” saya kemudian mengomeli teman saya itu panjang lebar, sampai kemudian…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;”Gue jadi mikir Rie, ini baru di dunia, saat loe masih bisa minta tolong sama orang lain, tapi gimana kalo di akhirat?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;omelan saya langsung terhenti saat itu juga &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“Loe mo minta tolong sama siapa coba?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya benar-benar terdiam, ucapannya seperti menohok saya dengan kerasnya. Saya sama sekali tidak terpikir ke arah sana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Trus gue jadi mikir Rie, apa bekal gue udah cukup? Berapa banyak kebaikan yang udah gue lakuin di dunia selama gue hidup? Apa jumlahnya sama dengan kesalahan yang gue bikin? Ato mungkin lebih sedikit mungkin?” ujar teman saya dengan nada serius. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Wah gue gak tau, tapi yang pasti kesalahan yang loe lakukan emang tambah banyak, soalnya loe sering banget ngerjain gue!” ledek saya sambil mencoba melucu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teman saya itu tertawa ”Ngerjain elu mah gak salah Rie, lagipula akhirnya elo malah dapet pahala dari ledekan gue. Iya kan?” balas teman saya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Sialan!!”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Percakapan kali itu diakhiri dengan tawa dan saling ledek satu sama lain. Hari itu saya mendapat pelajaran berharga “Apa saya sudah punya cukup bekal untuk kehidupan selanjutnya?”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekarang, beberapa bulan dari kejadian itu, bude saya, kakak dari ayah saya, meninggal karena sakit stroke. Percakapan dengan teman saya itu kembali terlintas di kepala saya. Apa yang bude saya rasakan pada saat waktunya benar-benar habis dan malaikat maut menjemputnya? Apa dia merasa sudah memiliki bekal yang cukup? Hanya dia dan Tuhan yang tau semuanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Layaknya seorang ibu yang selalu menyiapkan bekal untuk anaknya saat akan berangkat sekolah, setelah dewasa, kita sendiri yang harus menyiapkan bekal itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;PS: saya baru sadar tentang satu hal soal teman saya itu setelah sekian lama, LOE TELEPON TEMEN LOE DARI SPBU? &lt;/span&gt;ITU DILARANG TAU!!! DASAR GEBLEK!!!&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-6018322998483439732?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/6018322998483439732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=6018322998483439732' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/6018322998483439732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/6018322998483439732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2009/05/tolooooonggg.html' title='Tolooooonggg...'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-7511637317736797060</id><published>2009-02-19T11:06:00.001+07:00</published><updated>2009-02-19T11:15:30.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vacation'/><title type='text'>Cerita Dari Yogya, Part Two..</title><content type='html'>&lt;em&gt;Cerita ini sebenarnya sudah lama mau diposting, cuma saking sibuknya saya di rumah alhasil tulisan ini postingnya telat. Yah…gak apa-apa deh…soalnya saya penganut paham, biar lambat asal posting. Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Liburan panjang kemarin saya dan kakak saya yang nomor dua pergi pulang kampung. Buat saya ini sih pulang kampung yang ketiga dalam dua bulan belakangan (jadi rasanya gak se-exited yang pertama), sementara buat kakak saya yang nomor dua ini adalah pulang kampungnya yang pertama dalam tahun ini. Liburan kali ini bertepatan dengan libur Natal dan tahun baru, jadi bisa kebayang dong gimana semangatnya orang-orang untuk liburan. Itu juga yang saya lihat waktu cari tiket kereta untuk mudik di Stasiun Senen. Banyak banget yang ngantri di tempat pemesanan tiket, dan waktu saya lihat jadwal kereta, kebanyakan kereta sudah penuh sampai menjelang Natal. Akhirnya saya pesan tiket untuk keberangkatan tanggal 27 Desember, dengan tujuan Kutoarjo. Sebenarnya sih Kutoarjo itu masih jauh dari rumah nenek saya yang ada di Wates, tapi setelah mendapat kabar kalau kami bakal dijemput, akhirnya saya membeli dua tiket kereta bisnis Sawunggalih jurusan Pasar Senen-Kutoarjo. Mentang-mentang liburan harga tiket jadi ikut-ikutan naik. Menurut pengumuman yang ada, harga tiket kereta bisnis Sawunggalih dari Pasar Senen-Kutoarjo harusnya hanya Rp80.000,- tapi waktu saya bayar harganya jadi Rp120.000,-. Ampun deh…masa naiknya 50%? Bisa aja nih PT. KAI cari duitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan berjalan lancar, kakak saya yang baru beli kamera buat pulang kampung sibuk memfoto sawah-sawah yang ada di perjalanan. “Ini keren tau Rie, di Jakarta mana bisa lu liat yang beginian?” komentar kakak saya. “Lah…di Jakarta mah sawah udah diganti sama mall kali..” batin saya. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 9 jam, akhirnya kami sampai di Kutoarjo. Kami dijemput oleh salah seorang tetangga nenek saya dan ibu saya. Dari stasiun Kutoarjo, kami masih harus menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dengan menggunakan mobil untuk sampai ke rumah nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami sampai di rumah nenek saya, tujuan utamanya sih liburan (terutama buat kakak saya), plus mengengok bude yang sakit. Setelah bertemu dengan nenek saya, kami ke rumah Bude saya yang jaraknya hanya 200 meter dari rumah nenek saya. Bude saya itu baru saja kena stroke, ibu saya yang untuk sementara ini merawatnya bersama dengan ayah saya. Sekedar informasi, ayah dan ibu saya berasal dari kampung yang sama. Rumah Bude saya sekarang adalah rumah nenek saya dari pihak ayah, yang berarti rumah tempat ayah saya besar. Terus terang saya suka iri jika mendengar cerita teman-teman. Mereka bisa punya dua tempat yang dikunjungi pada saat pulang kampung, rumah dari pihak ayah dan ibunya. Sementara saya cuma punya cerita dari satu tempat saja. Tapi mungkin ini yang namanya jodoh, ibu saya berjodoh dengan ayah saya yang notabene adalah tetangganya sendiri. Saya jadi ingat, beberapa waktu yang lalu, seorang teman saya, sesama mantan karyawan Ganeca menikah. Saya kaget waktu tahu siapa calonnya. Ternyata teman kami sendiri. Dulu mereka satu divisi, duduknya malah cuma berjarak kurang dari dua meter! Lagi-lagi namanya juga jodoh… Kalau saya menikah nanti, semoga saya bertemu dengan orang yang asalnya tidak sama dengan saya, jadi saya bisa mengunjungi daerah lain. Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi ke Yogya tidak lengkap tanpa mengunjungi Malioboro. Yup…apa artinya ke Yogya kalau tidak ke Malioboro? Kami pergi ke Malioboro dua kali. Yang pertama memang punya tujuan untuk shopping dan beli oleh-oleh, yang kedua beli oleh-oleh lagi plus plesiran ke daerah wisata, seperti Keraton Yogyakarta, Taman Sari, dan Benteng Vredeburg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari wates kami naik kereta Prambanan Ekspress (keretanya mirip-mirip KRL AC Kota-Bogor) dari stasiun Wates. Harga tiketnya tujuh ribu rupiah. Penuhnya hampir mirip sama KRL Ekonomi Kota-Bogor. Mungkin karena rutenya yang lumayan jauh yaitu Kutoarjo-Solo Balapan, makanya yang naik juga bejubelan. Kami memutuskan untuk naik kereta ini karena jarak tempuhnya yang cuma setengah jam ke kota Yogya, sementara kalau menggunakan mobil bisa sampai satu jam perjalanan. Turun di Stasiun Tugu, kami cuma perlu jalan sedikit atau kalau mau terasa seperti turis bisa naik becak atau andong untuk sampai di Malioboro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak saya punya hobi belanja, kalau dia belanja bisa makan waktu sampai berjam-jam, dan benar dugaan saya. Hampir semua barang diliriknya, belum lagi kalau barang yang dia cari belum ketemu, kami bisa balik lagi ke tempat yang semula. Kalaupun sudah berhenti di sebuah kios, dia bisa memilih barang lamaaaaaaaa (saya tekankan huruf “a” nya yang banyak, karena memang lama sekali, hampir satu jam untuk memilih, menimbang, dan akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah barang). Kaki saya rasanya mau copot kalau menemani kakak saya belanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya kebiasaan yang dimiliki oleh keluarga kami, setiap pulang kampung, kami selalu nyekar terlebih dahulu ke makam keluarga. Di situ ada banyak kuburan. Kuburan kakek nenek, kakek nenek buyut, om, sepupu, dan keluarga yang lainnya. Setiap nyekar, sambil menabur kembang, ibu saya selalu cerita mengenai silsilah keluarga kami yang super duper njlimet. Sampai sekarang saya tidak pernah bisa hafal susunan kekerabatan di keluarga luas saya. Kayaknya saya perlu membuat pohon kekerabatan (seperti yang saya pelajari waktu ikut mata kuliah Organisasi Sosial dan Sistem Kekerabatan) deh, masa anak antrop gak ngerti susunan kekerabatannya sendiri? Malu ah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah nenek, saya dan kakak saya sempat bermain sepeda. Norak ya? Emang. Habis di Jakarta lahannya sempit, mau main sepeda juga kurang asik. Kalau di desa kan jalanannya masih lengang, jadi enak buat main sepeda. Sejak dari Jakarta, kakak saya ngidam banget pengen main sepeda ke sawah. Akhirnya kami main sepeda di jalanan dekat sawah. “Keren ya Rie, kayak di film-film” kata kakak saya sambil mengayuh sepedanya meninggalkan saya yang keteteran di belakang. Saya sih cuma ingat film Korea Endless Love yang diperankan Song Hye Gyo, yang ada adegan tokoh utamanya pergi ke sekolah naik sepeda melewati sawah di pinggir jalannya. Ngomong-ngomong soal sepeda, terakhir kali saya naik sepeda adalah waktu saya SD, itu berarti sudah bertahun-tahun saya tidak naik sepeda. Saya memang bisa naik sepeda, tapi saya kesulitan ketika naik pertama kali, waktu jalan pun kadang saya kesulitan mengendalikan sepeda itu. Kalau sudah jalan, jangan suruh saya berhenti karena itu bisa jadi masalah besar buat saya. Ketika akan berhenti saya rasanya seperti mau menabrak apapun yang ada di depan saya. Saya bahkan sempat terjatuh dan hasilnya nyilu-nyilu sampai beberapa hari. Kayaknya yang dibilang sama Lusi bener deh, saya memang punya masalah keseimbangan. Buktinya saya sering kesandung atau keserimpet tiba-tiba dan tanpa sebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 3 Januari 2009, saya dan kakak saya pulang ke Jakarta, dengan membawa dua kardus tambahan yang bikin bawaan jadi tambah berat. Pulang-pulang saya langsung tidur gara-gara ngantuk berat plus rada masuk angin karena naik kereta malam. Cerita kali ini asik juga, lumayan buat penghilang stres dari rutinitas kehidupan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: sebenernya mau nambahin poto waktu liburan, tapi kakak saya menghilangkan semua gambar yang ada di kameranya. Haduh….gimana sih? Gak bisa mejeng deh…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-7511637317736797060?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/7511637317736797060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=7511637317736797060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/7511637317736797060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/7511637317736797060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2009/02/cerita-dari-yogya-part-two.html' title='Cerita Dari Yogya, Part Two..'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-6061084856952342441</id><published>2009-01-05T13:56:00.001+07:00</published><updated>2009-01-05T13:59:50.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Simple Life'/><title type='text'>TAHUN BARU</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Setiap tanggal 31 Desember kita selalu memperingati pergantian tahun Masehi. Tahun baru biasanya dirayakan dengan pesta, walaupun tidak sedikit yang merayakannya dengan cara yang biasa-biasa saja. Di awal tahun kita biasanya membuat resolusi atau harapan yang kita harap dapat kita wujudkan di tahun yang baru. Rasanya tiap orang memang perlu memiliki rencana dalam hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Saat saya melihat kalender, ada tanggal merah lainnya di akhir-akhir bulan Desember. Saya sih senang melihat tanggal merah, sebab itu artinya libur. Tapi kemudian saya berpikir, “itu libur apa ya?”. Ternyata itu tahun baru Hijriah. Saya kemudian berpikir, sebagai orang Islam, ternyata saya jarang, tidak pernah malah, memperingati tahun baru Hijriah. Pengetahuan agama saya memang masih sangat sedikit, jadi cerita tentang sejarah tahun baru Islam memang apa adanya. Setahu saya, pada 1430 tahun yang lalu, Nabi Muhammad dan umat Islam lainnya hijrah (pindah) dari kota Mekkah ke kota Madina. Mereka menghindar dari serangan kaum Quraisy yang tidak suka pada Nabi Muhammad dan umat Islam lainnya karena menyebarkan ajaran agama Islam. Demi menghindari korban jiwa yang lebih banyak, akhirnya mereka pun terpaksa pindah. Peristiwa itulah yang kemudian dikenal dengan sebutan Hijrah (Duh…kayaknya saya perlu baca buku tentang agama lebih banyak lagi deh…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sesuatu terlintas di kepala saya, kalau kita bisa merayakan pergantian tahun Masehi, kenapa kita tidak bisa merayakan pergantian tahun Hijriah? Mulai tahun ini saya mau belajar ah.. Untuk mencoba memundurkan perayaan yang biasanya saya rayakan, tidak hanya pada tanggal 31 Desember, tapi juga beberapa hari sebelumnya. Bukan dengan pesta, tapi dengan alunan doa, ungkapan syukur, curhat bahkan keluhan yang saya rasakan pada Tuhan. Ya…seperti lirik lagu Ungu “…hanyalah padaMu, tempat ku mengadu, tempatku mengeluh di dalam hidupku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa sekarang ini banyak orang yang sedang dalam proses Hijrah, menuju ke arah yang lebih baik tentunya. Semoga di tahun yang baru saya bisa menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, yang tidak lupa bersyukur atas apa yang saya miliki, yang selalu diberi kesabaran menghadapi kondisi sulit seperti sekarang,  diberi keikhlasan hati untuk menerima segala sesuatunya sebagai bagian dari takdir yang memang sudah digariskan oleh Tuhan, dan yang selalu diberi kekuatan untuk berjuang meraih apa yang saya inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tahun Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: tulisan ini sebenarnya ingin dipublikasikan pada tanggal 29 Desember, bertepatan dengan Tahun Baru Hijriah, hanya saja pada waktu itu saya sedang pulang kampung untuk liburan, jadinya tulisan ini agak terlambat. Yah, gak apa-apa deh…mendingan terlambat daripada gak posting sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-6061084856952342441?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/6061084856952342441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=6061084856952342441' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/6061084856952342441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/6061084856952342441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2009/01/tahun-baru.html' title='TAHUN BARU'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-1927901648238529656</id><published>2008-12-22T12:00:00.003+07:00</published><updated>2008-12-22T12:10:08.698+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='family'/><title type='text'>Super mom…</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Waktu saya duduk di kelas 3 SD, pada saat ulangan pelajaran IPS, ada pertanyaan yang bunyinya “Kapan hari ibu diperingati?”. Saya langsung berpikir, ada dua tanggal yang ada di kepala saya saat itu. Tanggal 21 April dan 22 Desember. Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Mulai munculnya paham emansipasi di kalangan wanita Indonesia, walaupun masih dalam lingkup yang terbatas. Tanggal yang kedua adalah tanggal 22 Desember, pada tanggal itu kongres wanita Indonesia pertama dilakukan. Saat itu saya tidak tahu, kalau tanggal 22 Desember akhirnya diperingati sebagai hari ibu. Pikir punya pikir, dikarenakan saya harus menjawab soal tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk memilih jawaban tanggal 22 Desember sebagai hari ibu, dan jawaban saya benar. Hehehe…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal hari ibu, buat saya seperti bicara tentang masa depan. Akan jadi ibu seperti apa saya kelak? Apa seorang ibu yang galak pada anaknya? Yang marah saat anaknya sulit disuruh untuk makan atau mengacak-acak isi rumah. Seorang ibu yang tidak perduli pada keluarganya? Tapi malah sibuk arisan dan acara sosial lainnya. Atau seorang ibu yang mau melakukan apa saja untuk keluarganya? Sama seperti yang ibu saya lakukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lahir di keluarga yang sederhana dengan 8 orang anak, ibu saya adalah anak perempuan yang pertama. Nenek saya memiliki sebuah usaha hiburan keliling yang dikelola bersama dengan suaminya, sehingga dia terpaksa menitipkan anak-anaknya pada orang tuanya (nenek buyut saya, red). Sebagai anak tertua, ibu saya sudah memulai perannya sebagai seorang “ibu” sejak masih SMP untuk mengurus ketujuh orang adik-adiknya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang tua saya menikah saat ibu saya berusia 21 tahun (saya jadi minder sendiri dengan usia saya sekarang), sementara ayah saya berusia 27 tahun. Setelah menikah mereka pindah ke Jakarta, dan tinggal di sebuah pemukiman padat penduduk di daerah Kuningan, Setia Budi. Ayah saya adalah seorang anggota Angkatan Laut, jadi sejak awal pernikahannya dia harus meninggalkan ibu saya sendirian untuk dinas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang istri tentara dengan pangkat yang masih rendah dan gajinya tidak mencukupi, dia harus berjuang membantu suaminya dengan ikut membiayai kebutuhan rumah tangga. Ibu saya sering bercerita, dulu, dia juga harus banting tulang mencari penghasilan tambahan. Dia berjualan es mambo, nasi uduk, menjadi penjahit, tukang kredit barang, dan lain sebagainya yang saya sendiri sudah lupa ceritanya. Keadaan kemudian sedikit membaik, ibu saya bilang, mereka kemudian bisa memiliki beberapa rumah kontrakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah sepuluh tahun menikah, akhirnya mereka dikaruniai seorang anak (kakak perempuan saya yang nomor satu), tapi itu hanya berlangsung selama tiga tahun. Kakak perempuan saya yang pertama meninggal karena sakit. Itulah sebabnya ibu saya paling kesal jika mendengar sinetron yang menceritakan tentang anak yang dianiaya oleh orang tuanya ataupun berita tentang aborsi. Saya tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh ibu saya pada saat itu. Anak yang dinantikan selama 10 tahun pernikahannya meninggal di usia yang masih muda, tiga tahun. Setelah berobat kesana kemari, ibu saya akhirnya memiliki seorang anak lagi (kakak perempuan saya yang nomor dua), menyusul kemudian kakak perempuan saya yang nomor tiga, dan terakhir adalah saya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan tiga orang anak yang masih kecil-kecil ditambah dengan seorang anak laki-laki (kakak angkat saya), ibu saya berjuang merawat kami semua seorang diri. Seingat saya, keluarga kami tidak pernah memiliki seorang pembantu sekalipun. Jadi, disaat ayah saya harus dinas keluar kota, ibu saya sendirian mengurus keempat orang anak, masih ditambah dengan mengurus pekerjaan rumah dan pekerjaan sambilannya. Ibu sering cerita kalau kakak perempuan saya yang nomor satu termasuk anak yang nakal sejak kecil. Hobinya adalah membuat nangis orang lain, kalau tidak saudaranya ya teman-temannya, walaupun itu anak laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena kerja kerasnya demi keluarga, sejak kecil saya tidak pernah merasa kekurangan. Apapun yang saya butuhkan selalu saya dapatkan dari orang tua saya. Satu hal yang membuat saya bangga sekali dengan ibu saya, masakannya paling enak sedunia. Gimana gak paling enak, lah wong selama selama 24 tahun saya hidup di dunia, saya paling sering makan makanan yang dimasak oleh ibu saya. Tapi sumpah deh…ibu saya paling pintar masak makanan rumahan. Hal lainnya yang saya kagumi dari ibu saya adalah sifat sabarnya yang luar  biasa. Salah satu contohnya adalah hanya dia yang bisa menangani kedua orang keponakan saya pada saat rewel. Pada saat mamanya (kakak perempuan saya yang nomor dua) tidak sanggup menangani keponakan-keponakan saya, biasanya dia akan menyerahkannya langsung ke ibu saya. Dan seperti biasanya, keponakan-keponakan saya akan langsung diam dan menurut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang, kebahagiaan orang tua akan terasa lengkap jika melihat anak-anaknya meraih sukses. Walaupun ukuran sukses itu relatif untuk masing-masing orang, tapi ibu saya sangat bangga saat berhasil mengantar ketiga anaknya menamatkan pendidikan hingga tingkat universitas. Ketiga anak perempuannya mampu menyelesaikan pendidikan di salah satu perguruan tinggi ternama, Universitas Indonesia (bagaimanapun nama UI masih dianggap hebat, setidaknya hingga sekarang). Kebanggaan dan kewajibannya sebagai seorang wanita dan seorang ibu rasanya terbayar sudah saat kami semua di wisuda. Pernah suatu hari dia melihat hasil skripsi saya, yang walaupun saya tau dia tidak mengerti mengenai skripsi yang saya buat, tapi dia mengaku terharu melihat sebaris tulisan di halaman depan skrispi saya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisannya berbunyi:&lt;br /&gt;“Teruntuk Bapak dan Ibu tecinta, terima kasih untuk semuanya”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan itu memang mencontoh tulisan kakak saya yang nomor satu, tapi tentu ditulis dengan bahasa saya sendiri. Atau ketika mengadakan selamatan dengan membuat nasi kuning pada saat kelulusan kakak saya yang nomor tiga, saya yakin tidak ada yang lebih bahagia, bahkan kami sendiri, melebihi kebahagiaan yang dirasakan oleh ibu saya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan orang tua saya sendiri sudah berlangsung selama 42 tahun, ibu saya pernah bilang “Bisa gak ya sampai ulang tahun pernikahan emas?”. Saya hanya bisa mengamini “Amin, Mi…”. Semoga apa yang diharapkan oleh ibu saya menjadi kenyataan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak bilang “God create every mom to represent Him in the world”, saya percaya sekali kalimat itu. Buat saya, ibu sudah seperti sahabat, apa yang saya rasakan dan pikirkan kadang bisa ditebak dengan mudah olehnya. Hari ini saya cuma mau bilang, “Thank you mom, for everything you’ve done for me. You’re the greatest mom in the world” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PS: untuk semua ibu yang berjuang demi keluarganya, di manapun kalian berada, SELAMAT HARI IBU…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-1927901648238529656?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/1927901648238529656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=1927901648238529656' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/1927901648238529656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/1927901648238529656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/12/super-mom.html' title='Super mom…'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-2257993095149897404</id><published>2008-12-17T10:20:00.002+07:00</published><updated>2008-12-17T10:59:52.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='friends'/><title type='text'>My Last Day in Ganeca</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jadi ini rasanya kehilangan teman-teman? Ya… mulai hari ini saya resmi berhenti dari tempat saya bekerja sekarang. Alasannya adalah karena kontrak saya di tempat ini sudah habis. Perusahaan sedang mengalami masalah keuangan yang disebabkan karena krisis global yang belakangan terjadi. Alhasil, mereka terpaksa memutuskan kontrak para karyawannya. Sebenarnya berita itu sudah lama saya dengar, hanya saja mungkin karena hal itu baru terjadi sekarang, jadilah saya merasa kehilangan sekarang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Terus terang saya tidak merasa kehilangan tempat saya bekerja sekarang, tapi saya merasa kehilangan pekerjaan sebagai editor yang rasanya memang saya suka. Rasa kehilangan yang terbesar adalah rasa kehilangan teman-teman yang ada di &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;sini&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;. Sudah satu setengah tahun saya bekerja di sini, tentu ada banyak kenangan dengan teman-teman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Di divisi IPS, saya jelas-jelas akan merasa kehilangan Tiwi, orang yang paling sering &lt;i&gt;minjemin&lt;/i&gt; saya komik Miiko dan majalah, “Jadi &lt;i style=""&gt;pengen ngikutin&lt;/i&gt; cerita &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Miiko&lt;/span&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Wi&lt;/span&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;..”. Pada Bagus, yang walaupun wajahnya terkesan galak, tapi hatinya luar biasa lembut seperti kapas. Pada Dwi, yang sering mencoba melucu tapi entah kenapa lebih sering tidak lucunya. “&lt;i style=""&gt;Maapin&lt;/i&gt; aku &lt;i style=""&gt;kalo&lt;/i&gt; punya salah ya, Dwi”. Pada Tifa, dia sudah pergi terlebih dahulu ke tempat lain, “&lt;i style=""&gt;good luck girl&lt;/i&gt;”. Bahkan kepada Mba Estu, koordinator saya di divisi IPS. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Di divisi agama, saya jelas-jelas akan merasa kehilangan Nurul. Dia adalah “mantan bos”, “kakak” laki-laki yang tidak pernah saya punya, “tong sampah” dan “ember” buat saya. Seberapa seringnya dia mengatai dan meledek saya, saya jarang bisa marah padanya. Pada Yudi alias Patkay, editor yang satu ini punya kelakuan yang aneh bin ajaib, tapi lebih sering konyolnya sih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Di divisi SMK, saya jelas-jelas akan merasa kehilangan Mas Irman, dia ini anak baru, tapi paling sering &lt;i style=""&gt;ngerjain&lt;/i&gt; saya.. Dasar junior gak sopan! Tapi asiknya saya tidak perlu jadi cewek jaim di depan dia. Bertingkah paling &lt;i&gt;geblek&lt;/i&gt; sekalipun tidak masalah di depannya. Pada Mas Bayu, yang komentarnya kadang-kadang suka tidak tertebak. Ternyata di balik sikap &lt;i&gt;cool &lt;/i&gt;nya, ada orang yang aneh juga. Pada Fifi, cewek yang terlihat paling dewasa ini selalu punya sejuta misteri yang kadang pelit untuk dibagi-bagi pada orang lain, termasuk hal-hal yang membahagiakan. Pada Mas Kausar, orangnya baik sekali, pintar,&lt;i style=""&gt; ngakunya&lt;/i&gt; editor paling &lt;i style=""&gt;gantenk&lt;/i&gt;, lawakannya suka garing tapi lucu juga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Di divisi IPA, saya jelas-jelas akan merasa kehilangan &lt;i&gt;my sister&lt;/i&gt;, Tri. Kami kenal memang belum lama, tapi rasanya dia sudah seperti saudara buat saya. “Tong sampah” saya yang kedua. &lt;i style=""&gt;Hope you can find what you’re looking for&lt;/i&gt;. Pada Kiki yang memberikan saya banyak nasihat berharga saat saya sedang bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Pada Amel, seseorang yang enak diajak diskusi. Terima kasih ya Mel. Pada senior-senior lainnya di divisi MIPA dan Bahasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Buat saya kalian semua sudah seperti keluarga. Awalnya saya pikir saya pasti kuat melewati semua ini, tapi entah kenapa menjelang hari terakhir saya di sini, saya merasa berat dan jadi sering memimpikan teman-teman yang ada di sini. Saya masih ingat benar kejadian yang terjadi selama saya bekerja di tempat ini. Ada acara makan padang days, es krim days, J-Co days, Dufan days, gado-gado days, jepret karet, bergilir membawa permen, ataupun acara &lt;i style=""&gt;tukeran&lt;/i&gt; meja. Kadang kami bercanda seperti anak kecil, &lt;i&gt;ngumpetin&lt;/i&gt; barang-barang teman adalah hal yang biasa, saling &lt;i&gt;ngerjain&lt;/i&gt; dan saling ledek, atau sampai membuat salah satu dari kami kesal dan akhirnya menangis juga pernah terjadi. Kenangan itu mungkin hanya ada di sini saja, tidak di tempat lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Terima kasih atas pertemanan yang selama ini terjalin, kelak kalau suatu hari nanti, bertahun-tahun dari sekarang, saya berharap Tuhan mengizinkan kita semua bertemu. Saat itu kita akan tersenyum, bahkan tertawa menyadari betapa konyolnya kita saat itu. Kalian selalu punya tempat khusus di hati saya, dan saya harap kita semua tidak putus kontak. Saya sayang kalian semua…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sedih rasanya berpisah dengan orang-orang yang sudah bersama kita selama ini, tapi mungkin memang jalannya harus begini. Selama masih ada teknologi berupa handphone, email, dan telepon, komunikasi tidak akan pernah terputus. &lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;i style=""&gt;Good luck friends… hope we can get the best in our lifes&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-2257993095149897404?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/2257993095149897404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=2257993095149897404' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/2257993095149897404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/2257993095149897404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/12/my-last-day-in-ganeca.html' title='My Last Day in Ganeca'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-2226293465111073972</id><published>2008-12-09T16:43:00.002+07:00</published><updated>2008-12-11T16:08:06.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Simple Life'/><title type='text'>Cerita dari Yogyakarta, Part one</title><content type='html'>Sejak lahir hingga sekarang, saya tinggal di Jakarta, walaupun orang tua saya berasal dari Jogjakarta. Kalaupun saya pulang ke kampung, itu hanya pada waktu-waktu tertentu saja, biasanya seperti pada saat hari raya Idul Fitri atau pada saat liburan sekolah. Dua minggu belakangan saya bolak-balik Jakarta-Jogjakarta untuk sebuah urusan, dan baru kali ini saya benar-benar memerhatikan keadaan sekeliling saya (saya rasa ini disebabkan lantaran saya adalah lulusan antropologi yang sejak awal kuliah dibiasakan untuk memerhatikan kondisi di sekeliling saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah nenek saya terletak di Dusun Bojong XI, Panjatan, Kulon Progo. Kira-kira satu jam perjalanan dari pusat kota Jogjakarta jika ditempuh dengan menggunakan kendaraan. Terus terang, kendaraan umum apa yang digunakan untuk bisa sampai ke rumah nenek, saya sama sekali tidak paham (mungkin jika ada kesempatan lagi saya akan coba mencari tahu lebih lanjut supaya tidak sering merepotkan orang lain). Jogja yang sekarang berbeda dengan Jogja yang pernah saya kunjungi terakhir kali. Sekarang, di kampung nenek saya, hampir semua rumah sudah terbuat dari bata dan semen, hanya tinggal sedikit saja yang masih menggunakan kayu ataupun anyaman bambu sebagai dinding rumah. Di pinggir jalan juga sudah mulai banyak terdapat kios penjual voucher pulsa handphone, yang artinya handphone sekarang sudah masuk desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan di kereta menuju Jogja, saya dibuat kagum dengan pemandangan yang ada. Allah itu Mahabesar, Dia bisa menciptakan bumi yang begitu indah seperti yang saya lihat saat itu. Saya paling suka melihat pemandangan sawah ketika pulang kampung. Pemandangan yang tidak bisa saya lihat di kota. Warna tanaman padi yang hijau kekuningan terkena cahaya matahari, petani-petani yang sedang mencangkul, membajak ataupun menanam padi di sawah memberikan kesan yang berbeda. Setelah turun di Stasiun Tugu, saya membonceng motor Om saya untuk sampai ke rumah nenek. Sepanjang perjalanan saya lagi-lagi dibuat kagum dengan pemandangan yang ada, banyak anak sekolah yang menggunakan sepeda Onthel untuk ke sekolah, petani yang menggunakan sepeda untuk mengangkut rumput, ataupun senyuman dan anggukan yang diberikan pada saya saat kami saling berpapasan, padahal kami sama sekali tidak saling kenal. Pernah suatu kali saat saya dan ibu saya pergi untuk sekedar melihat sawah, kami disapa dan ngobrol oleh seorang ibu yang sedang memotong rumput untuk makan sapinya. Ketika saya tanya pada ibu saya, “Itu tadi siapa Mi?”, “Gak tau, di desa itu ya begitu, biar gak kenal juga bisa saling ngobrol” jawab ibu saya. Kejadian itu membuat saya bertambah kagum dengan keadaan di desa ini, sifat sederhana mereka benar-benar luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya pulang kampung, Om dan Tante saya sedang melaksanakan ibadah haji. Berhubung Om dan Tante saya adalah guru, dan seorang guru memiliki posisi yang cukup dipandang di kampung itu, maka setiap malam Jumat diadakan pengajian yang tujuannya untuk mengirim doa bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji (dalam hal ini adalah Om dan Tante saya) oleh keluarga yang bersangkutan. Pada saat pengajian biasanya tuan rumah menyediakan minuman, makanan kecil dan nasi beserta lauk pauk untuk orang-orang yang hadir. Acara dilakukan dengan mengundang seorang Ustad untuk memulai pengajian. Selesai pengajian, tuan rumah akan mengeluarkan makanan untuk para tamu yang datang. Acara bisa berlangsung hingga dini hari, mungkin mereka juga ngobrol tentang banyak hal yang terjadi di sekitar mereka dan saya rasa ini adalah cara mereka untuk lebih mendekatkan diri dengan para tetangganya. Saya pernah bertanya pada Om saya yang lainnya, “Kenapa kalo pengajian itu harus malam Jumat sih, Om?”, “Kalau malam Jumat nilai ibadahnya lebih besar dari pada malam-malam yang lainnya” jawab Om saya. Jujur, selama ini saya belum pernah dengar hal tersebut. Mungkin juga karena ilmu agama saya yang memang belum seberapa, atau itu merupakan campuran antara ajaran agama Islam dan kepercayaan tradisional Jawa. “Katanya kalau malam Jumat, arwah-arwah itu biasanya minta dikirimi doa. Itu kata Pak Ustad” lanjut Om saya lagi. Tuh…kan berarti tebakan saya yang kedua benar, itu merupakan campuran antara ajaran Islam dan kepercayaan tradisional Jawa. Ngomong-ngomong soal itu, saya pernah membeli bunga untuk nyekar di makan kakek saya, di Pasar Beringharjo bersama ibu saya. Ketika pedagangnya menyebutkan harganya, ibu saya kaget. “Kok mahal banget Bu?” Tanya ibu saya pada si pedagang dalam bahasa Jawa, “Iya, ini kan malem Jumat Kliwon, dedemit biasanya minta dikasih kembang kalau malam Jumat Kliwon” Jawab si pedagang dalam bahasa Jawa juga. Jadi pada hari-hari tertentu permintaan pada kembang untuk nyekar naik, sementara penawaran tetap, alhasil harganya ikutan naik. Itu yang saya pelajari dari hukum ekonomi waktu sekolah. Saya cuma tersenyum mendengarnya, ternyata hukum &lt;font style="font-style: italic;"&gt;supply&lt;/font&gt; dan &lt;font style="font-style: italic;"&gt;demand&lt;/font&gt; berlaku juga di dunia &lt;font style="font-style: italic;"&gt;dedemit&lt;/font&gt;. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal kampung saya itu, saya pernah harus menempuh perjalanan sejauh 9 Km untuk mengambil uang di ATM. Mesin ATM paling jauh yang pernah saya datangi. Kalau sampai harus bolak-balik berkali-kali, rasanya stres juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan, hanya saja perubahan yang terjadi pada masyarakat di daerah pedesaan memang tidak secepat pada masyarakat di daerah perkotaan. Sebagai contoh, banyak warga yang mendapatkan kompor gas yang merupakan subsidi dari pemerintah, tapi tidak semua orang mau memakainya, bahkan ada sebagian yang menjualnya kembali. Mereka lebih memilih untuk menggunakan kayu bakar yang memang bisa dengan mudah mereka dapatkan. Hal ini juga dialami oleh kakak dari ayah (saya menyebutnya Mbok’ De singkatan dari Mbok, yang artinya ibu dan De’ yang artinya gede atau besar). Alasannya, mereka takut kompor itu meledak. Kurangnya sosialisasi terhadap penggunaan kompor gas ini membuat program yang sebenarnya punya tujuan baik ini rasanya jadi sia-sia. Hal lainnya yang saya lihat sangat mencolok adalah keadaan rumah tetangga yang ada di sebelah rumah nenek saya. Setahu saya, itu adalah rumah Mbah Sukilah, penghuninya hanya seorang nenek yang sudah tua, tidak ada listrik sebagai penerangan, dindingnya pun hanya anyaman bambu. Saya miris sekali melihat keadaannya, tapi ibu saya bilang memang dia yang menginginkan hal tersebut. Walaupun anaknya sudah pernah mengajaknya untuk tinggal di kota, tapi dia lebih memilih untuk kembali tinggal di tempat itu. Rasanya sangat kontras melihat keadaan kondisi rumahnya yang sangat sederhana, dengan rumah nenek saya yang segalanya serba ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti benar kata orang, hidup ini adalah sebuah pilihan. Dia memilih untuk tinggal di tempat itu, karena mungkin itu yang bisa membuatnya bahagia. Pengalaman ini membuat saya berpikir, hal apa yang dapat membuat saya bahagia? Jogja seperti magnet bagi saya. Kalau ada kesempatan lagi, saya tidak keberatan untuk datang berkunjung. Siapa tahu saya malah bisa jadi salah satu warganya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-2226293465111073972?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/2226293465111073972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=2226293465111073972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/2226293465111073972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/2226293465111073972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/12/cerita-dari-jogja-part-one.html' title='Cerita dari Yogyakarta, Part one'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-7886351615013817647</id><published>2008-12-01T11:00:00.005+07:00</published><updated>2008-12-01T12:36:38.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>If  Tommorow Never Comes</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;        &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semalam saya melihat acara Mario Teguh &lt;st1:street&gt;&lt;st1:address&gt;Golden   Ways&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt;, dengan tema &lt;i style=""&gt;If Tommorow Never Comes&lt;/i&gt;. Intinya membahas bagaimana seandainya jika kita tidak bisa hidup sampai hari esok. Terkadang kita lupa bahwa ada hal-hal yang harus kita katakan pada orang yang ada di sekeliling kita. Entah itu ucapan sayang atau sekedar pelukan hangat. Saya percaya bahwa perasan cinta memang tidak harus diucapkan, bisa juga melalui perbuatan, tapi melalui ucapan orang lain akan tau betapa berartinya dia dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hari itu saya tersadar, sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya katakan pada orang-orang yang ada di sekeliling saya, tapi tidak pernah atau tidak sempat saya katakan. Sekarang saya berusaha untuk mengatakannya, karena saya takut mungkin besok tidak ada waktu lagi untuk mengatakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;        Untuk ibu saya, seseorang yang selalu mendukung saya di setiap keputusan yang saya buat. Untuk semua cinta, kasih sayang, dan doanya selama ini. Saya paling takut kalau sampai mengecewakan ibu saya. Aku sayang sama Mami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Untuk ayah saya, kami memang tidak dekat, tapi saya tahu dia selalu bangga pada anak-anaknya. Aku sayang sama Bapak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;        Untuk kakak saya yang paling tua, sejak kecil kami memang jarang akur, tapi ternyata saya banyak membutuhkan pertolongannya sekarang. Saya jadi tahu arti penting persaudaraan. Gue sayang elo Mba...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;          Untuk seseorang yang punya tempat khusus di hati saya, mungkin saya tidak akan pernah mengatakannya secara langsung karena saya tidak punya keberanian untuk itu. Gue sayang elo. Semoga Allah memberikan semua kebaikan-Nya buat loe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;        Untuk Nurul, teman yang sudah seperti kakak buat saya. Terima kasih untuk semuanya. Apapun kelakuan loe, gue tetep sayang sama elo, Bro...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;         Untuk Lusi, tidak terhitung berapa banyak saya menyusahkan dia dengan berbagai hal, dan dia selalu siap menolong saya kapan saja. Gue sayang elo, Lus...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;            Salah satu liriknya berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;          So tell that someone that you love&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;          Just what you're thinking of&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;          If tomorrow never comes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buat semua orang-orang yang ada dalam hidup saya, di mana pun kalian berada, saya sayang kalian semua. Saya sudah mengatakannya, semoga saya masih punya waktu untuk mengatakannya secara langsung, karena entah apa yang akan terjadi esok hari.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-7886351615013817647?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/7886351615013817647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=7886351615013817647' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/7886351615013817647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/7886351615013817647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/12/if-tommorow-never-come.html' title='If  Tommorow Never Comes'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-8529160369647995990</id><published>2008-08-24T15:46:00.001+07:00</published><updated>2008-08-24T15:50:14.039+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Education'/><title type='text'>Olimpiade Sains Nasional</title><content type='html'>Setelah sibuk dengan buku tentang olahraga berkuda, sekarang ini gue diberi tugas buat ngurus naskah tentang Olimpiade Sains Nasional Tingkat SMP. Dari data yang gue dapet di internet, ternyata anak-anak Indonesia memiliki prestasi yang mengagumkan di tingkat nasional maupun internasional. Olimpiade Sains Nasional sendiri mulai dilaksanakan pada tahun 2002, dan biasanya dilakukan tiap setahun sekali. Olimpide Sains Nasional yang terakhir dilaksanakan di Makassar tanggal 14 Agustus 2008. Untuk tingkat SMP ada empat mata pelajaran yang dipertandingkan, yaitu matematika, biologi, fisika, dan astronomi. Menurut data dari internet, Provinsi DKI Jakarta berhasil menjadi juara umum di Olimpiade Sains Nasional 2008. Satu hal yang perlu dicatat, data itu belum termasuk prestasi yang diraih oleh anak-anak Indonesia di tingkat internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal tiba-tiba saja terlintas di kepala gue, kalo ada Olimpiade Sains Nasional, kenapa gak ada Olimpiade Sosial Nasional? Zaman gue kuliah dulu, gue pernah jadi panitia Olimpiade Ilmu Sosial Tingkat Nasional. Tapi terus apa? Gak pernah ada kelanjutannya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita punya Tim Olimpiade Matematika Indonesia, Tim Olimpiade Fisika Indonesia, Tim Olimpiade Biologi Indonesia, Tim Olimpiade Kimia Indonesia, lalu kenapa kita gak punya Tim Olimpiade Sosial Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di televisi kita sering dengar, negara kita sedang mengalami krisis multidimensional ke hampir seluruh lapisan masyarakat. Rakyat hidup menderita, untuk makan saja susah, apalagi untuk memikirkan bagaimana cara mencerdaskan anak-anaknya melalui pendidikan, korupsi meningkat, kejahatan merajalela, lapangan pekerjaan yang terbatas, sementara orang-orang yang duduk di pemerintahan sibuk korupsi dan memikirkan diri mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah tersebut kita membutuhkan pemikiran dari berbagai pihak untuk mengatasi krisis ini, dan menurut gue, ilmu sosial adalah salah satu jawabannya. Anak-anak bisa dilatih untuk berpikir kritis menghadapi masalah yang kita alami sehari-hari. Pada akhirnya anak-anak Indonesia dapat menjadi anak-anak yang peka dan mampu mencari jalan keluar dari sebuah masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu sosial juga gak kalah sama ilmu pasti lainnya, ilmu sosial malah bisa mengkaji masalah kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu contoh adalah pertikaian antarsuku, antarmasyarakat, dan lain-lain. Lalu kenapa terkesan bahwa ilmu sosial lebih kalah pamornya dengan ilmu pasti? Bukan bermaksud untuk mencari siapa yang lebih baik antara ilmu sosial dan ilmu pasti, keduanya sama-sama penting dan saling berhubungan satu sama lain, hanya saja mungkin gaungnya kurang terdengar. Semoga di kemudian hari kita bisa mendengar ada Tim Olimpiade Sosial Indonesia yang mampu mengharumkan nama negara di tingkat internasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-8529160369647995990?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/8529160369647995990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=8529160369647995990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/8529160369647995990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/8529160369647995990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/08/olimpiade-sains-nasional.html' title='Olimpiade Sains Nasional'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-7425973386469802885</id><published>2008-07-16T13:25:00.002+07:00</published><updated>2008-07-18T15:56:18.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='friends'/><title type='text'>Dewasa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dewasa, satu kata yang sampai sekarang bikin gue bingung. Jadi anak paling kecil dalam keluarga kadang bikin suara dan pendapat gue gak dianggap sama orang yang lebih tua dari gue (dalam hal ini adalah bokap sama nyokap atau kakak-kakak gue). Di lain kesempatan, gak jarang nyokap suka bilang sama gue “kamu &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span&gt; udah gede, masa begitu aja gak bisa?”. Seorang teman juga pernah bilang “loe &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span&gt; dah dewasa, Rie. Pasti loe bisa memilih yang terbaik”. Alhasil gue jadi bingung, sebenernya posisi gue dimana sih?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Gue lebih setuju pendapat yang bilang kalo dewasa itu bukan dilihat dari berapa umur loe sekarang, tapi lebih ke sikap dan perilaku kita. Jadi inget cerita seorang teman (sebelumnya makasih ya Neng, dah mengizinkan gue menulis cerita loe), dan setelah denger ceritanya gue berpikir bahwa mereka sudah mencapai taraf dewasa. Bicara mengenai perasaan dengan kepala dingin, tanpa ada rasa sakit hati (karena ditolak). Pokoknya salut buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Seorang teman pernah cerita tentang orang yang disukainya, tapi dia gak berani buat bicara jujur sama orang tersebut. Ternyata, orang yang ditaksir temen gue itu adalah temen gue juga! Oh My God! Dunia sempit amat ya? Jadilah gue “orang ketiga” di antara mereka. Gue tau cerita dari kedua belah pihak. Saking pinternya menyembunyikan perasaannya, gue bener-bener gak tau kalo dia lagi suka sama seseorang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Sebagai cewek ada perasaan malu untuk mengungkapkan perasaan kita terlebih dahulu, makanya dia milih untuk jadi &lt;i&gt;Secret Admirer&lt;/i&gt;. Sakitnya jadi &lt;i&gt;Secret Admirer&lt;/i&gt; adalah loe gak bisa mengungkapkan perasaan loe sama orang yang loe tuju. Sementara orang yang loe maksud gak sadar dengan keberadaan perasaan loe. Jadi inget omongan temen gue yang lainnya, “Gimana orang lain mau tau perasaan loe, kalo perasaan itu gak pernah diomongin?”. Cerita demi cerita dari temen gue mengalir terus ke kuping gue, sementara orang yang dimaksud (temen gue juga) gak tau ada seseorang yang diam-diam jatuh hati sama dia. Betapa temen gue yang cewek ini naksir abis sama temen gue yang lainnya, tapi rasa malunya mengalahkan semuanya. Dipendamnya perasaan itu sampai sekarang, hingga suatu hari perasaan itu terungkapkan dengan jelasnya. Sialnya gue bisa dibilang pihak yang ikut bertanggungjawab atas semua kejadian itu. Temen gue yang cowok bisa menebak, bahwa temen gue yang cewek ternyata naksir dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Berhubung gue adalah orang ketiga di antara mereka, gue yang akhirnya jadi penghubung di antara mereka. Sayangnya perasaan ini tidak mendapat balasan, tapi bukan berarti gak bisa jadi temen &lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Mereka berdua akhirnya ngobrol tentang situasi yang ada, bahwa teman gue yang cowok itu gak bisa membalas perasaan temen gue yang cewek. Bahwa dia hanya bisa menawarkan pertemanan dan tidak lebih. Temen gue yang cewek bisa menerima kenyataan itu, karena baginya, menyukai seseorang adalah hak kita, tapi adalah hak orang lain juga untuk menolak. Sekarang keduanya masih berteman, gak ada rasa sakit hati karena penolakan. Mungkin di dasar lubuk hati yang paling dalam, pengharapan itu gue yakin masih ada, tapi untuk saat ini mereka lebih memilih untuk berteman. Tapi siapa yang bisa meramal masa depan? Bahwa suatu hari nanti semuanya akan berbeda? Entahlah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dari contoh kasus di atas, kita bisa lihat bahwa sikap dewasa diperlukan untuk menanggapi masalah yang sedang dihadapi. Sikap dewasa menerima penolakan, menerima pertemanan yang ditawarkan tanpa menuntut lebih. Sikap dewasa lainnya ditunjukkan dengan mau mendengarkan pengakuan dari orang lain, tidak menjauh setelah mendengarkan pengakuan tersebut, dan masih bisa berteman seperti biasanya. Keduanya saling menjaga perasaan masing-masing. Mengutip lagunya Celine Dion yang judulnya &lt;i&gt;That’s the Way It Is&lt;/i&gt; yang bilang &lt;i&gt;“D&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;on't surrender 'cause you can win. In this thing called love” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;gue tau bahwa keduanya sebenarnya sedang mencari cinta dalam hidupnya, gue cuma bisa bilang &lt;i&gt;i’m hoping the best for you both.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-7425973386469802885?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/7425973386469802885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=7425973386469802885' title='11 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/7425973386469802885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/7425973386469802885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/07/dewasa.html' title='Dewasa'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-4637240149639393059</id><published>2008-07-11T14:52:00.006+07:00</published><updated>2008-12-10T22:04:06.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Simple Life'/><title type='text'>Laut</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SHcTeQp9nfI/AAAAAAAAABA/DG2VKJafPiM/s1600-h/IMG_5265.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221663703547354610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SHcTeQp9nfI/AAAAAAAAABA/DG2VKJafPiM/s320/IMG_5265.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Gambar di atas, dicomot dari blog kacamatasaya.blogspot.com. Cuma satu komentar, KEREN.&lt;br /&gt;GUE SUKA BANGET LAUT...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-4637240149639393059?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/4637240149639393059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=4637240149639393059' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/4637240149639393059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/4637240149639393059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/07/laut.html' title='Laut'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SHcTeQp9nfI/AAAAAAAAABA/DG2VKJafPiM/s72-c/IMG_5265.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-896561530812791272</id><published>2008-07-04T11:19:00.000+07:00</published><updated>2008-07-04T11:23:12.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Simple Life'/><title type='text'>Elegi Sang Guru</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;    Hari ini gue punya kewajiban buat menyelesaikan naskah yang udah dikasih ke gue dari kemarin. Tugasnya adalah mengecek gambar, apakah ada gambar yang bertentangan dengan masalah SARA atau tidak, mengecek tulisan, apakah ada tulisan yang gak sopan dan gak pantes untuk dibaca, dan mengomentari jalan ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;    Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style=""&gt; satu buku yang judulnya “Elegi Sang Guru” yang menurut gue ceritanya aneh banget. Gimana gak aneh? Itu buku niatnya mau dibaca sama anak sekolah tingkat SD-SMP, tapi kenapa pas gue baca, gue serasa baca naskah skenario buat sinetron?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;    Cerita diawali dengan sebuah cerita yang ngebahas tentang seorang guru yang tertangkap di sebuah diskotik sambil membawa obat-obatan terlarang. Selain itu, guru tersebut tertangkap dengan seorang murid SMP tempat dia mengajar. Sekolah tempat dia mengajar kemudian heboh tentang berita penangkapan tersebut, terlebih lagi guru yang ditangkap adalah seorang guru teladan dan memiliki karir yang menjanjikan. Cerita jadi tambah heboh karena ternyata inisial murid perempuan yang tertangkap dengan guru tersebut sama dengan nama salah satu murid perempuan yang pernah menyatakan cintanya pada guru tersebut (ceritanya dah mulai aneh). Murid perempuan itu kemudian &lt;i style=""&gt;jadian&lt;/i&gt; sama salah seorang teman laki-laki sepantarannya. Tujuannya cuma satu yaitu membuat sang guru cemburu. Disinilah kemudian ceritanya bener-bener jadi aneh, ternyata si guru bener-bener cemburu karena ternyata dia jatuh cinta sama muridnya sendiri. Mereka akhirnya menjalin cinta (dengan kata lain selingkuh), murid perempuannya itu kemudian putus dengan pacarnya dan pacaran dengan gurunya. Cerita berlanjut sampai beberapa tahun kemudian sampai murid perempuannya kuliah. Sampe disini gue mikir, ini cerita buat anak sekolahan atau skenario sinetron? Dimana nilai-nilai yang bisa dipelajari oleh anak sekolah dari cerita itu? Apalagi di cerita itu ada banyak bahasa romantis, yang menurut gue kayaknya belom pantes didenger sama anak sekolahan. Di akhir cerita, si guru tersebut akhirnya berpisah dengan murid perempuan itu dengan alasan ekonomi dan prinsip (alasan yang aneh dan dibuat-buat).&lt;br /&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;    Akhirnya gue bilang sama koordinator gue, Mas Kausar, “Mas, kayaknya cerita ini gak pantes buat dibaca sama anak SD sama SMP deh..!”. “Kenapa?” tanya Mas Kausar, akhirnya gue ceritain semuanya..bla..bla..bla..bla..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;    Gue dah memberikan penilaian menurut gue, keputusan akhirnya bukan di tangan gue. Terserah akhirnya kalo cerita itu tetep dicetak (gue gak tanggung jawab ah..).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;    Jadi...pantaskah cerita tentang seorang guru yang jatuh cinta dengan muridnya dibaca oleh anak SD-SMP?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-896561530812791272?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/896561530812791272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=896561530812791272' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/896561530812791272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/896561530812791272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/07/elegi-sang-guru.html' title='Elegi Sang Guru'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-3766401852626255083</id><published>2008-06-30T12:46:00.000+07:00</published><updated>2008-06-30T12:53:27.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Simple Life'/><title type='text'>Issue...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    Sabtu kemarin, gue dateng ke kampus tercinta (UI) buat ambil nilai. Niatnya sih mau ngambil sama temen gue yang juga belom ngambil nilai, tapi dasar emang anak antrop yang punya kebiasaan jam karet sedunia plus rasa solidaritas yang tinggi buat saling tungu-tungguan, akhirnya SBA (Sub Bagian Akademik) FISIP UI malah dah tutup jam 12 siang dan kita cuma bisa melongo bengong. “Tutup? Bukannya jam 2 tutupnya?” Tanya gue sama salah satu petugas SBA, “Iya, soalnya kita mau kondangan”. Gue sama temen gue cuma melongo untuk kedua kalinya, “kondangan? Gak ada alasan yang lebih masuk akal dan manusiawi apa?” pikir gue dengan hati kesal. Jadilah kita berempat ngobrol ngalor ngidul gak jelas di kantin Sastra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    Topiknya macem-macem, mulai dari cewek barunya Maisa, rencana nikahnya Ita, kuliahnya Lusi yang bentar lagi kelar, kerjaan gue yang bikin gue senewen, sampe topik-topik gak penting lainnya. Sebenernya ada salah satu topik yang bikin gue sempet &lt;i&gt;shock&lt;/i&gt;, soal homoseksual. Entah kenapa, dari dulu gue gak suka ngomongin soal topik yang satu itu, tapi cerita dari salah satu temen gue bener-bener bikin gue kaget. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; adik kelas gue yang (gue baru tau) &lt;i&gt;gay&lt;/i&gt;. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh my God&lt;/span&gt;…masa sih?” Tanya gue kaget, “Ya ampun deh Ari…kemana aja loe?” omel temen gue. “Tapi gue pikir cuma gayanya aja yang kemayu, ternyata…” gue bener-bener gak bisa ngomong lagi. “Udah lama kali…setau gue cowoknya orang Jerman” kata temen gue lagi. “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;What&lt;/span&gt;? Jerman? Cowoknya orang Jerman? Kenal di mana?” untuk kesekian kalinya gue &lt;i&gt;shock&lt;/i&gt;. “Ya di internet lah…” gue cuma bisa manggut-manggut, sebenernya gue dah curiga, tapi gue pikir dia cuma sekedar cari perhatian orang doang. “Katanya, kalo &lt;i&gt;gay&lt;/i&gt; di khianati, dia bisa lebih sakit hati daripada kita yang cewek” celoteh temen gue lagi. Cerita kemudian bergulir ke cerita-cerita yang lainnya, mulai dari yang normal sampai yang bikin gue &lt;i&gt;ilfeel&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;    Intinya, terlepas dari apakah itu normal atau enggak (jadi inget teori Kebudayaan Dominannya Ruth Benedict, yang bilang kalo sesuatu yang mayoritas selalu dianggap normal, sementara yang minoritas dianggap abnormal), dosa atau enggak (&lt;i&gt;Please&lt;/i&gt; deh itu mah urusan dia sama Tuhan), mungkin yang dia inginkan hanyalah menjadi dirinya sendiri. Tau kalo dirinya berbeda aja mungkin sudah menyakitkan dia, apalagi ditambah dengan pandangan negatif dari orang lain. Negara kita bukan negara agama, tapi Pancasila, yang menghargai kehidupan setiap warganya. Bukannya salah satu contoh hak asasi adalah hak untuk hidup dengan tenang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-3766401852626255083?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/3766401852626255083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=3766401852626255083' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/3766401852626255083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/3766401852626255083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/06/issue.html' title='Issue...'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-4825155246806196525</id><published>2008-05-26T16:08:00.000+07:00</published><updated>2008-05-27T09:58:06.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Simple Life'/><title type='text'>Cinta...dimana engkau?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Temen gue telepon, dia bilang mau nikah. Perasaan pacar aja belum punya? Nikah sama siapa neng?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Temen gue yang lainnya telepon, dia lagi ngegebet teman kantornya. Tapi status gebetannya adalah &lt;i&gt;it's so complicated&lt;/i&gt; di friendster. Terus dia tanya, "gimana pendapat loe?". &lt;i&gt;"don't ask me about that dear,"&lt;/i&gt; . Jujur, gue bingung ngejawabnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Temen gue yang lainnya naksir sama temen gue yang lain lagi. Tapi malu buat ngomong. &lt;i&gt;How long can we pretend?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Temen gue yang lainnya akhirnya punya pacar setelah sekian lama “terobsesi” sama seorang cewek. &lt;i&gt;I’m happy for him&lt;/i&gt;, tapi kenapa gue masih gak yakin kalo kali ini dia serius? Semoga ini bukan cuma pelarian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Temen gue yang lainnya juga baru aja jadian, semoga bisa jadi pengobat untuk luka di masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Temen gue yang lainnya gak mikirin tentang cinta, katanya “gue gak mau mikirin yang kayak gituan sekarang”. Ya…fokusnya sekarang adalah menyelesaikan kuliahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Me??&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saat ini gue cuma bisa berkata…”Cinta…dimana engkau?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-4825155246806196525?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/4825155246806196525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=4825155246806196525' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/4825155246806196525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/4825155246806196525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/05/cintadimana-engkau.html' title='Cinta...dimana engkau?'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-1282987544571537914</id><published>2008-05-26T10:44:00.001+07:00</published><updated>2008-05-27T10:00:10.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Simple Life'/><title type='text'>What are your childhood dreams?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;    Sabtu kemarin gue baru aja nonton Oprah Show di Metro TV. Topiknya tentang kematian. Gimana orang-orang yang divonis mengidap penyakit mematikan dan tau kalo umur mereka tinggal sebentar lagi menjalani sisa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;    Very inspiration&lt;/i&gt;. Salah satu narasumber bilang kalo dia cuma ingin mewujudkan mimpinya ketika masih kecil, dan percaya atau enggak…impiannya memang terwujud.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Jadi…apa impianmu saat masih anak-anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Waktu masih kecil gue punya banyak cita-cita.&lt;/p&gt;   &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt; &lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Jadi      dokter (jamak banget nih..hampir setiap anak mau jadi dokter)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Jadi      presiden (kalo sekarang mah gue ogah!)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Jadi      guru (waktu sekolah, gue paling kesel kalo dipanggil maju ke depan sama      guru trus ditanya macem-macem. Karena gue lebih sering gak bisanya. Jadi      guru mungkin bisa membalas semua rasa sakit hati itu).&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Jadi      Sekjen PBB (karena gue pikir mereka bisa keluar negeri secara gratis)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Jadi      arsitek (gak taunya mau jadi arsitek itu kudu pinter matematika, sementara      gue paling payah kalo belajar matematika. Terpaksa cita-cita ini gue      eliminasi)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Jadi      penulis (mungkin ini yang masih masuk akal, dimulai sejak gue duduk di      bangku SMA. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; temen yang      bisa gambar kartun jepang, gue ngiri abis karena gak bisa gambar. Akhirnya      gue memutuskan buat menulis cerita, dan itu berlangsung sampe sekarang).&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;    Kalo orang yang sudah divonis mati aja masih mau berjuang meraih impiannya, apalagi kita yang masih diberi umur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Harusnya kita malu pada diri sendiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sudahkah kita berjuang hari ini?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-1282987544571537914?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/1282987544571537914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=1282987544571537914' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/1282987544571537914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/1282987544571537914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/05/what-are-your-childhood-dreams.html' title='What are your childhood dreams?'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-2739528400204627346</id><published>2008-05-16T15:54:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T15:57:43.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>First day….</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Hari pertama dari realisasi ide tukeran meja. Hasilnya? Masing-masing mengaku merasa aneh sama meja barunya. Gue juga ngerasa aneh, karena sebelum gue tempatin, gue kudu beresin meja gue pake pembersih. Maklum deh…meja itu sebelumnya meja cowok, yang gue ragukan kebersihannya (hahaha…pizz ya Rul…). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Alhasil masih aja ada orang-orang yang duduk di kursinya yang lama (come on guys!! Katanya mau suasana baru??).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Tapi berhubung hari ini kita semua gak ada kerjaan, jadilah kita semua santai seharian. Ada yang bilang bosen (please deh…kerjaan numpuk katanya stres, gak ada kerjaan katanya bosen. Mau loe apa sih? Pusing tau..). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Senin besok kita bakal kembali ke meja masing-masing. Btw, buku proyek BSNP akhirnya kelar. Kita semua bisa bernapas lega. Terbiasa lembur dan dikejar-kejar deadline, rasanya jadi agak aneh kalo seharian ini kita gak ngapa-ngapain. Santai all the time…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Inilah enaknya kerja di penerbit…&lt;br /&gt;Sekalinya stres bisa stres banget, kayak dikejar-kejar debt collector&lt;br /&gt;Sekalinya santai bisa seharian gak ngapa-ngapain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Tinggal bagaimana kita menikmatinya…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-2739528400204627346?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/2739528400204627346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=2739528400204627346' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/2739528400204627346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/2739528400204627346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/05/first-day.html' title='First day….'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-2515874310341898572</id><published>2008-05-15T15:38:00.000+07:00</published><updated>2008-05-15T15:39:47.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>Trio…</title><content type='html'>Waktu gue kuliah dulu, gue sempet punya geng yang namanya 3R. Terdiri dari 3 cewek yang imut-imut, lucu, dan menggemaskan (biar narsis yang penting PD!!) yaitu Ari, Nurul, dan Rita. Kita semua punya huruf “R” di nama masing-masing, makanya kita menggunakan nama 3R sebagai nama geng kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sama-sama kuliah di FISIP UI angkatan 2001, gue sama Nurul kuliah di jurusan Antropologi sedangkan Rita kuliah di jurusan Politik. 3 anak yang kalo dah kumpul-kumpul bakal ngelakuin banyak hal gila bersama-sama, dan sialnya gue adalah orang yang selalu jadi korban keisengan dan keusilan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue jadi inget sama masa-masa waktu kita masih kuliah, waktu itu lagi zaman meteor garden booming (jadi inget sama temen gue si bolly kalo gue ngomong kata ini. Hehehe) dan dengan PD nya mereka mengklaim bahwa Tao Ming Tse adalah cowoknya Nurul, Hua Ce lai adalah cowoknya Rita dan gue kebagian Mei Cuo (please deh girls…kalo dipikir-pikir kelakuan kita tuh emang gak banget yah…sekarang mah dah gak musim kali ya…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing juga punya panggilan yang hanya diketahui oleh kita bertiga. Nurul biasa dipanggil White Rabbit, Rita biasa kita panggil Curly Bear, dan Gue dipanggil Paus Biru (lagi-lagi gue dikerjain sama mereka…dan gue gak bisa menolak…)&lt;br /&gt;Ya…bagi mereka mungkin gue adalah anggota geng yang paling kecil dan paling sering dikerjain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geng yang lainnya adalah geng yang dibentuk pada saat menjelang selesai skripsi. Sebutannya adalah Trio Pyo. Kenapa Trio Pyo? Cerita bermula dari temen gue yang gelo abis, Lucita, yang suka banget ngasih nama julukan ke orang lain. Seperti contoh, Bolly yang punya nama asli Sinta, tiba-tiba dipanggil Bolly. Alasannya? Karena Bolly alias Sinta punya wajah yang mirip banget sama orang India. Seperti yang kita tau bahwa India terkenal dengan industri perfilmannya yaitu Bollywood, jadilah Sinta yang mendapat julukan Bolly. Sampai sekarang pun Sinta selalu di panggil dengan sebutan Bolly. Ternyata Lucita gak cuma melakukan itu ke Bolly semata, gue adalah korban berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Pyo sendiri diinspirasi dari kartun Pyo-Pyo, sosok ayam kuning kecil yang gayanya lucu banget. Lucita bilang, kalo liat gue, dia inget sama kartun Pyo-Pyo (sungguh alasan yang dibuat-buat. Sebenernya maksud loe itu apa sih Lus?), dan karena gue, Bolly, dan Lucita selalu bareng-bareng waktu cari bahan buat skripsi, dengan PD nya Bolly menyebut kita sebagai Trio Pyo (hahahaha…Bolly aya-aya wae ….).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita udah kayak trio yang tidak terpisahkan deh…&lt;br /&gt;Sering banget kumpul bareng-bareng, walaupun sekarang dah mulai jarang karena masing-masing sibuk (I really miss that moment girls..).&lt;br /&gt;Paling sering ngobrol ngalor ngidul sambil gosip plus ketawa-ketawa di kantin sastra. Kapan ya kita bisa begitu lagi??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coming Soon : kumpul dan gosip-gosip di kantin sastra bersama Trio Pyo…!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-2515874310341898572?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/2515874310341898572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=2515874310341898572' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/2515874310341898572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/2515874310341898572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/05/trio.html' title='Trio…'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-5404719814828716962</id><published>2008-05-13T11:03:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T11:15:34.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>New idea ….</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gue kerja di divisi IPS yang satu ruangan dengan divisi Agama. Dalam satu ruangan ada 12 orang, kebayangkan gimana suasananya? Rame abis! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Hampir gak ada pembedaan sama sekali dalam ruangan. Semua orang punya hak yang sama dalam menggunakan inventaris kantor, kayak komputer ataupun telepon. Setiap orang punya meja masing-masing. Tiap orang juga berusaha membuat mejanya senyaman mungkin (antara lain dengan menumpuk buku setinggi mungkin, menyusun buku sedemikian rupa, memasang kaca di mejanya, dan lain sebagainya). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang teman (Bagus) bilang, “bosen juga ada di tempat yang sama selama 4 tahun”. Itu terjadi karena dia memang sudah lama jadi karyawan disini dan statusnya sudah jadi karyawan tetap (bukan kayak gue yang masih kontrak). Suatu hari saat gue ngobrol sama teman-teman gue yang lainnya (Tifa dan Fifi), terlontar ucapan “aku mau pindah meja ke meja Mas Nurul” kata Tifa, kalo dipikir-pikir tempat itu emang strategis juga. Kenapa gue pindah yah? Kalo begini rasanya menyesal kemudian benar-benar tiada arti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu tiba-tiba taraaa…..langsung muncul ide buat tukeran tempat duduk. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Gimana kongkritnya?? Sebelumnya gue kasih tau dulu kalo ada posisi-posisi meja yang “stategis” dan yang gak “strategis”. Meja gue sih termasuk yang gak strategis (&lt;i&gt;but I love my desk&lt;/i&gt;). Contoh meja yang strategis adalah mejanya Bagus, Nurul, dan Tiwi. Meja itulah yang jadi incaran. Berhubung Tiwi gak mau diajak tukeran tempat, jadilah tempat itu gak bakal diganggu gugat (Tiwi gak asik ah..).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mekanismenya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara membuat sistem undian. Di hari Kamis sore, kita akan mengumpulkan nama-nama anak-anak yang mau ikutan program tukeran tempat. Tiap nama &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ditulis dalam sebuah kertas lalu diundi. Nama yang diambil menunjukkan meja kita yang “baru”. Kesepakatan awalnya, kita cuma melakukan itu di hari jum’at saja (alasan pasti kenapa kita melakukan itu hari jumat, bukan yang lain masih belum jelas). Kayaknya kita perlu musyawarah lagi buat cari jalan keluar yang terbaik buat semuanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;The result is semua orang bakal merasakan suasana meja yang baru dan teman yang “baru”. Maksudnya kita gak akan ketemu atau duduk deket-deket sama temen yang biasanya emang ada di deket loe. Sebagai contoh, Fifi mungkin gak akan sebelahan lagi sama Nurul yang eksentrik, bisa jadi dia duduk di meja gue dan duduk di depan Tiwi (dan akhirnya mereka bergosip deh..). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Semua orang kayaknya semangat menyambut ide baru itu, Lumayan buat refreshing setelah stres dengan proyek BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya kita memang perlu ide-ide baru buat mengatasi rasa bosan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Next plan : PERGI KE &lt;st1:place&gt;TAMAN&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; SAFARI....!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-5404719814828716962?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/5404719814828716962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=5404719814828716962' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/5404719814828716962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/5404719814828716962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/05/new-idea.html' title='New idea ….'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-3112191989883014658</id><published>2008-05-12T12:00:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T09:10:04.952+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><title type='text'>I (still) don't like monday...</title><content type='html'>Masih ada yang salah???&lt;br /&gt;Stres deh….perasaan udah gue cek deh!&lt;br /&gt;Apa yang loe rasakan?&lt;br /&gt;Kesel? Pasti!&lt;br /&gt;Kenapa kalo ada yang salah, semuanya dibebankan sama editor?&lt;br /&gt;Emangnya kita dewa yang gak mungkin salah? Itu manusiawi banget lah…&lt;br /&gt;Sebenernya apa &lt;em&gt;jobdesk&lt;/em&gt; editor?&lt;br /&gt;Ngedit naskah, membuat soal, menyesuaikan dengan kurikulum yang dibuat oleh Departemen Pendidikan Nasional, mencari gambar, menulis materi, periksa layout dan setumpuk pekerjaan yang lainnya.&lt;br /&gt;Kalo ada yang salah gimana?&lt;br /&gt;Udah pasti editor yang disalahkan….(nasib jadi editor begini nih…nelongso tenan).&lt;br /&gt;Tapi itulah pekerjaan yang gue pilih sekarang, walaupun cita-cita jadi penulis belom kesampaian, setidaknya gue ikut berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa (sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alinea keempat) dengan bekerja di bidang ilmu pendidikan.&lt;br /&gt;Satu ucapan seorang teman yang lumayan menghibur gue : “kita bukannya menghilangkan semua kesalahan, tapi meminimalisasi kesalahan”.&lt;br /&gt;Betul juga yah! Kesalahan datang dari manusia dan kesempurnaan datang dari Tuhan.&lt;br /&gt;Semangat semuanya….!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-3112191989883014658?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/3112191989883014658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=3112191989883014658' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/3112191989883014658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/3112191989883014658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/05/i-still-dont-like-monday.html' title='I (still) don&apos;t like monday...'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-4815801100671266977</id><published>2008-05-11T15:26:00.000+07:00</published><updated>2008-05-11T15:32:29.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my story'/><title type='text'>Inspired by .....</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;    Cerita "friends forever" diinspirasi dari curhatan temen yang lagi stres ngerjain skripsi (lucita) dan dari pengalaman langsung melihat orang yang kayaknya membutuhkan pendidikan inklusi. Suatu hari di semester 8, saat kita semua stres memikirkan topik apa yang enak dijadiin topik skripsi pas kuliah seminar, seperti biasa...trio Pyo kumpul-kumpul di kantin sastra (mungkin lantaran karena kita bosen sama kantin FISIP) lalu meluncurlah pembicaraan mengenai topik terlarang itu (kita biasa menyebutnya dengan "you know what"). "Kayaknya gue mau bikin tentang pengobatan deh" ucap gue.  "Gue &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; ngambil spesialisasi  kesehatan".  "Duh...loe tuh cocok banget sama MU (pembimbing gue)" timpal Lucita.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Kalo gue mo bikin tentang proses kreatif penulis novel ah...” timpal Bolly, sambil meneguk es teh manis favoritnya. “Wah...asik tuh!! Siape penulisnya? Gue ikutan dong kalo loe mo wawancara Ayu Utami” sambung Lucita. “Gue mau sama **********” sambung Bolly. Gue dan Lucita cuma terdiam, ********** itu siapa ya? kok kita belom pernah denger?. “salah satu penulis &lt;i&gt;teen lit&lt;/i&gt;,” Bolly meneguk habis es teh manis favoritnya. &lt;i&gt;Teen Lit&lt;/i&gt;? “Apaan tuh?” tanya Lucita lagi. “Adiknya &lt;i&gt;Chic Lit&lt;/i&gt; kali lus...” bales gue. Kami sama-sama saling mengangguk, walaupun sebenarnya sama-sama masih bingung. “loe mau tentang apa?” tanya Bolly. Lucita cuma menerawang langit yang mulai gelap karena mendung. “mungkin tentang pendidikan inklusi” kata Lucita sambil meneguk kopi favoritnya. “apaan tuh?” gantian gue dan Bolly yang bertanya. “itu tuh...tentang pendidikan yang menggabungkan antara anak-anak yang normal dengan anak-anak dengan kebutuhan khusus”. Saat itu yang ada di pikiran gue cuma satu, emang ada ya sekolah yang kayak gitu? “ya ada lah...buktinya gue mau bikin skripsi tentang itu” kata Lucita dengan nada rada sewot, karena dia pikir gue meragukan kemampuan otaknya yang memang encer.&lt;br /&gt;“gimana sekolahnya tuh? bukannya cara pengajaran mereka itu berbeda?” tanya gue dengan nada bingung. “itu dia yang menarik...”kata Lucita dengan nada dibuat serius sehingga gue dan Bolly jadi tertarik. “jadi mereka selalu didampingi oleh pengawas. mereka juga diajari untuk beradaptasi lebih dari anak-anak yang normal” Lucita memulai ceramahnya. “oh...gitu...” sekarang gue dan Bolly yang mengangguk, tapi lagi-lagi (jujur) kita berdua masih bingung. Hari itu juga kita mendapatkan tiga topik skripsi untuk tiap orang, yaitu pengobatan, &lt;i&gt;teen lit&lt;/i&gt;, dan pendidikan inklusi (dan kami yakin kalo kami bakal lulus dengan topik tersebut!)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengalaman berikutnya diperoleh berdasarkan pengamatan langsung. Suatu hari (tepatnya hari sabtu, tanggalnya lupa..) gue berkunjung ke rumah besannya nyokap, alias ke rumah keluarganya kakak ipar gue yang ada di Tanah Abang. Kakak ipar gue punya ponakan, namanya Atilla. Dialah yang jadi sumber inspirasi gue. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang tidak normal dengan penglihatannya, dia tidak bisa melihat secara jelas, tapi dia bisa melihat warna jika didekatkan ke matanya. Sesepengetahuan gue, dia sekolah di sekolah kebutuhan khusus di daerah Lebak Bulus. Tiba-tiba aja gue jadi kepikiran topik skripsi Lucita, pendidikan inklusi, gimana kalo seandainya Atilla sekolah di sekolah inklusi??&lt;br /&gt;   Cuma ada satu komentar gue, menarik juga nih kalo dijadiin cerita. Latar belakangnya? berhubung gue gak suka cerita dengan latar belakang &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; (tapi masalahnya gue cuma tau lingkungan kota. secara...gue lahir sama gede di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;..), jadilah gue harus berkompromi dengan diri sendiri. Latar belakang &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; gak apa-apa, tapi JANGAN terlalu mewah. Kehidupan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; juga ada yang miris dan gak semuanya senang-senang. Kehidupan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di pemukiman padat penduduk, dengan tingkat ekonomi menengah kebawah akhirnya jadi latar belakang cerita gue.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;So...i finally got some topic for my story...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tengkyu buat orang-orang yang sudah menjadi inspirasi buat gue. You’re trully inspiring me...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-4815801100671266977?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/4815801100671266977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=4815801100671266977' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/4815801100671266977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/4815801100671266977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/05/inspired-by.html' title='Inspired by .....'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-5061776957499950523</id><published>2008-05-10T17:15:00.000+07:00</published><updated>2008-05-10T18:02:40.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my story'/><title type='text'>friends forever...</title><content type='html'>Adalah salah satu proyek cerita gue yang belom kelar sampe sekarang (masih dalam proses). Ceritanya tentang persahabatan dua orang anak yaitu Kimi dan Mika (nama Kimi diambil dari nama pembalap F1 favorit gue, Kimi Raikonen, dan Mika, salah satu pembalap F1 lainnya di F1 yaitu Mika Hakinen). Mereka sama-sama anak tunggal di keluarganya masing-masing. Mereka tinggal di tengah kota Jakarta, tepatnya pemukiman padat penduduk yang ada di tengah kota. Pertemanan yang terjalin berawal karena Kimi membela Mika yang diusili oleh anak-anak yang lain. Sejak saat itu mereka berteman hingga mereka besar.&lt;br /&gt;    Persahabatan mereka diuji dengan sebuah musibah. Musibah yang kemudian merubah hidup keduanya. Mika tertabrak sebuah mobil hingga matanya cacat. Kimi kemudian merasa bersalah, karena dialah yang meminta Mika untuk mengambil bola yang sedang mereka mainkan. Keadaan menjadi tambah rumit saat Kimi melihat siapa yang menabrak Mika, seorang pejabat daerah yang ternyata berselingkuh dengan ibunya.&lt;br /&gt;    Kimi menjadi sosok yang pendiam, selalu merasa bersalah pada Mika, dilain pihak dia harus bersikap pura-pura tidak tahu apa-apa di depan ayahnya. Sementara Mika tetap menjadi anak yang ceria dan bersemangat.&lt;br /&gt;    Keadaan menjadi sulit bagi Kimi saat dia tahu bahwa Mika mau melanjutkan sekolahnya lagi. Bukan di sekolah anak-anak berkebutuhan khusus, tapi bercampur dengan anak-anak normal lainnya di sekolah inklusi. Dalam hati Kimi merasa senang sekaligus malu dengan keadaan tersebut. Mika yang semenjak kecelakaan itu menjadi menderita malah menjadi sosok yang sangat bersemangat untuk melanjutkan sekolah, sementara dirinya yang normal malah terpuruk dengan rasa penyesalan terhadap Mika dan rasa marah yang membuncah pada ibunya. Disisi lain dia menentang keputusan Mika untuk sekolah bercampur dengan anak-anak normal alinnya. Kimi menyangsikan kesanggupan Mika untuk dapat melewati semua masalah.&lt;br /&gt;    "Kim, gue tau loe khawatir...tapi gak apa-apa kok! Hidup ini udah susah, jangan dibikin jadi tambah susah...gue cuma mau bikin nyokap gue dan almarhum bokap yang ada di surga sana bangga sama anak semata wayangnya" kata Mika dengan mantap.&lt;br /&gt;     Sikap Kimi yang berubah menjadi pembangkang dan sulit diatur, konflik dalam keluarganya, perjuangan Mika mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan, dan berbagai masalah lainnya jadi latar belakang cerita ini.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Sahabat adalah dia yang menghampiri, saat semua orang menjauh....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-5061776957499950523?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/5061776957499950523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=5061776957499950523' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/5061776957499950523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/5061776957499950523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/05/friends-forever.html' title='friends forever...'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1036441537195193112.post-374259216606712599</id><published>2008-05-09T12:28:00.000+07:00</published><updated>2008-05-11T10:54:33.591+07:00</updated><title type='text'>introduction</title><content type='html'>salam kenal semuanya...&lt;br /&gt;Akhirnya bisa juga bikin blog di internet. Emang sih rada telat, tapi lebih baik telat kan daripada gak bikin sama sekali (malu-maluin kalo gini hari gak bisa bikin blog, kemana aja neng???). Tengkyu buat temen gue (&lt;a href="http://aryanst.blogspot.com"&gt;mas Irman&lt;/a&gt;) yang sering nyuruh gue bikin blog (gak sabar buat kasih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;comment&lt;/span&gt; kan lu? hehehe). Blog ini mau diisi apa yah?? curhat tentunya, keluh kesah gue tentang hidup yang gue alami sekarang, berbagai cerita tentang gue atau orang-orang yang ada di sekeliling gue,  cerita-cerita yang mau gue tulis jadi buku (amin...), segalanya deh....&lt;br /&gt;let's the stories begin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1036441537195193112-374259216606712599?l=storiesofme-rie.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/feeds/374259216606712599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1036441537195193112&amp;postID=374259216606712599' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/374259216606712599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1036441537195193112/posts/default/374259216606712599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesofme-rie.blogspot.com/2008/05/introduction.html' title='introduction'/><author><name>Rie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04635412684209056974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_2KPTz2NMaDk/SWM9-HICH1I/AAAAAAAAACA/vqQgm2cPLXs/S220/IMG0433A.jpg'/></author><thr:total>9</thr:total></entry></feed>
